Minggu, 20 Desember 2015

Kepemimpinan Islam



 IDEAL UNTUK DIIKUTI ADALAH RASULULLAH MUHAMMAD SAW
Al-Qur’an: Sesungguhnya telah ada pada diri rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu [yaitu] bagi orang yang mengharap [rahmat] allah dan [kedatangan] hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah [Al-Ahzab:21]

SIFAT-SIFAT PEMIMPIN IDEAL

  1. Memiliki Kepercayaan Diri
  2. Memiliki Kemampuan Berbicara
  3. Memiliki Kecerdasan Tinggi 
  4.  Memiliki Inisatif
  5. Memiliki Motivasi Berprestasi
  6. Memiliki Ambisi

PERSPEKTIF BARAT
Hujair AH. Sanaky, MSI [ Oktober 2003]

  1. Kemampuan Mempengaruhi dan Membujuk
  2. Kemampuan Manajerial
  3. Memiliki Konsep
  4. Memiliki Visi yang Jelas
  5. Memiliki Sikap Optimis
  6. Memiliki Kemampuan Approach

SIFAT-SIFAT PEMIMPIN IDEAL
 
KARAKTERISTIK dan KETERAMPILAN MEMIMPIN
 
1. Pemimpin Khasismatik
House [1977], menjelaskan bahwa kepemimpinan kharismatik dengan mengidentifikasikan tiga karakteristik pribadi, yaitu: kepercayaan diri yang luar biasa tinggi, kekuasaan, dan teguh dalam keyakinan. Conger dan Kanungo [1988], mengemukakan bahwa pimpinan kharismatik mempunyai tujuan ideal yang ingin dicapai, memiliki komitmen pribadi yang kuat pada tujuan, tegas dan percaya diri, serta sebagai agen perubahan radikal, bukan manajer dari status quo.
Maka, secara rinci dapat dijelaskan bahwa, seorang pemimpin yang kharismatik memiliki karakterisk sebagai berikut:
1] Percaya pada diri, artinya meraka benar-benar percaya akan kemampuan diri mereka sendiri.
2] Memiliki suatu misi yang merupakan tujuan ideal yang mengajukan suatu masa depan yang lebih baik daripada status quo. Maka makin besar kemungkinan bahwa para pengikut akan menghubungkan visi yang luar biasa itu pada si pemimpin.
3] Memiliki kemampuan untuk mengungkap visi sejelas mungkin, artinya mampu memperjelas dan menyatakan visi dalam kata-kata yang dapat difahami orang lain. Artikulasi ini menunjukkan suatu pemahaman akan kebutuhan para pengikut, dan karenanya akan bertindak sebagai suatu kekuatan motivasi. 

4] Memiliki keyakinan kuat mengenai visi, artinya pemimpin kharismatik harus mempunyai komitmen yang kuat dan bersedia menanggung resiko yang tinggi, mengeluarkan biaya yang tinggi dan melibatkan dan berkorban untuk mencapai visi tersebut.
5] Perilaku yang di luar aturan, artinya mereka dengan kharisma ikut serta dalam perilaku yang dipahami sebagai hal yang baru, tidak konvensional dan berlawanan dengan norma-norma. Maka bila berhasil, perilaku ini menimbulkan kejutan dan kekaguman para pengikut.
6] Departemen sebagai seorang agen perubahan, artinya pemimpin kharismatik dipahami sebagai agen perubahan yang radikal bukan sebagai pengasuh status quo.
7] Kepekaan terhadap lingkungan, artinya pemimpin kharismatik mampu membuat penilaian yang realistis terhadap kendala lingkungan dan sumber daya yang diperlukan untuk menghasilkan perubahan. 


 PERSPEKTIF ISLAM

  1. Harus mampu memimpin dan mengendalikan diri sebelum memimpin orang lain
  2. Memiliki kemampuan manajerial
  3. Memiliki Konsep Relasi
  4. Visinya – Al-Qur’an
  5. Memiliki sikap tawadhu
  6. Memiliki sifat : Siddiq [ benar),  Amanah [ terpercaya ], Tabligh [ menyampaikan apa adanya) dan  Fathonah [ pandai ]

2. Pemimpin Transformasional
Adalah seorang pemimpin yang memiliki kharisme yang mampu melakukan stimulasi intelektual para bahawannya sehingga bawahan mampu menggunakan cara baru dalam menghadapi masalah-masalah organisasi. Maka, karakteristik kepemimpinan transformasional ditujukan melalui empat faktor perilaku, yaitu: inspirasional motivation, konsiderasi individual, stimulasi intelektual serta idealized influence kharismatik [Bass, 1985: 1990b]
Maka, secara rinci dapat dijelaskan bahwa seorang pemimpin transformasional memiliki karakteristik sebagai berikut :
1] Memberi visi, misi, menanamkan rasa bangga, mendapatkan rasa hormat dan kepercayaan dari bawahan atau anggotanya.
2] Inspirasi, artinya mengkomunikasikan ekspektasi tinggi, menggunakan simbol-simbol untuk memfokuskan upaya, mengekspresikan tujuan penting dengan cara-cara yang sederhana.
3] Simulasi intelektual, artinya menghargai kecerdasan, rasionalitas dan pemecahan masalah secara hati-hati.
4] Konsiderasi yang bersifat individual, artinya memberikan perhatian secara personal, memperlakukan karyawan secara individual, melatih, memberi bimbingan. 

3. Pemimpin Transaksional
Adalah kepemimpinan yang lebih menekankan pada “transaksi interpersonal” antara pemimpin dan karyawan yang melibatkan hubungan pertukaran [exchange]. Karyawan memperoleh imbalan segera [immediate] dan nyata [tangible] apabila memenuhi perintah pemimpin [Locke, et al., 1991]. Menurut Burns [1978], pemimpin transaksional memotivasi bawahannya melalui pemberian imbalan kontijen [contigent reward] dan menajemen melalui eksepsi [management by exception]. 
Maka, secara rinci dapat dijelaskan bahwa, seorang pemimpin transaksional memiliki karakteristik sebagai berikut :
1] Imbalan kontijen, atinya kontrak pertukaran imbalan atau usaha, menjanjikan imbalan atas usaha, menjanjikan imbalan bagi kinerja yang baik dan menghargai prestasi kerja.
2] Management by exception [aktif], artinya mengawasi dan mencermati penyimpangan dari berbagai aturan dan standar, dan melakukan tindakan perbaiakan.
3] Managemen by exception [pasif], artinya melakukakn intervensi hanya bila standar tidak terpenuhi.
4] Laissez faire, artinya melepaskan tanggungjawab dan menghindari pengambilan keputusan.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan masukan komentar Anda

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...