Jumat, 18 April 2014

KEPEMPINAN YANG SUKSES DALAM SEPEKAN





Mengembangkan kesadaran
Langkah pertama ke pemimpinan yang sukses adalah mengembangkan kesadaran tentang diri kita sendiri . para pemimpin memerlukan waktu untuk memahami kekuatan dan kelemahan dari tingkah lakunya sendiri.ini dapat memberikan dasar untuk memperbaiki prestasi maupun meningkatkan keyakinan / rasa percaya diri dan memahami orang lain . para pemimpin yang tidak mempunyai pengertian terhadap pribadinya sendiri itu seperti musikus yang tuli terhadap nada-nada musik.
tiga aspek untuk mengembangkan kesadaran tentang diri kita sendiri;
·         Dasar-dasar kepemimpinan
·         Menilai diri sendiri
·         Pengembangan pribadi

Dasar-dasar kepemimpinan
Ada tiga kepercayaan tentang kepemimpinan yang umumnya di percayai orang ;
·         Para pemimpin itu berbakat /dilahirkan untuk memainkan peranan nya
·         Berbagai kualitas tertentu dapat menciptakan seorang pemimpin ,seperti ambisi,karisma,keyakinan/rasa percaya diri ,inisiatif,ketidaktergantungan, kreativitas. Rasa tanggungjawab, dan banyak lagi lainnya
·         Situasi dapat menciptakan pemimpin yang muncul untuk memenuhi kebutuhan kelompok, waktu, atau tempat tertentu. Begitu tugas itu selesai, maka para pemimpin ini mundur dari peranan mereka.
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk memberikan visi/wawasan sehingga orang lain ingin mengapainya. Ini memerlukan keterampilan untuk membangun hubungan dengan orang lain dan mengorgarnisir berbagai sumber daya secara efektif. Penguasaan terhadap kepemimpinan ini terbuka untuk siapa saja.

Menilai diri sendiri
Bagi pemimpin adalah menilai prestasinya lebih dahulu. Ini dapat memberikan dasar untuk menentukan komentar rekan-rekan itu, setelah diprtimbangkan sedara cermat.citra diri yang kuat, tujuan yang jelas untuk pengembangan pribadi, dan standart prestasi yang tinngi, akan memungkinkan seorang pemimpin untuk menilai apakah komentar itu bermanfaat.jelaslah bahwa menilai diri sendiri memerlukan kejujuran yang ketat.segala jenis pertanyaan yang dapat muncul dalam pikiran ketika mulai menilai dirisendiri itu adalah;
·         Apakah saya adil ?
·         Apakah saya bertanggung jawab?
·         Apakah saya mau mendengarkan?
·         Apakah saya jujur?
·         Apakah saya suka berdebat?
·         Apakah rekan rekan memepercayai saya ?

Pengembangan pribadi
Setiap orang memiliki kepribadian uniknya sendiri yang merupakan campuran dari berbagai kualitas, seperti keberanian, kesabaran, ambisi, dan kejujuran. Jika semua kualitas ini semakin diakui maka semakin muda pulalah seorang pemimpin dapat mempergunakan/membangkitkannya dengan keyakinan/rasa percaya diri.
Misalnya, ketidakmamampuan untuk memberikan arah yang jelas tentu saja merupakan sikap kepemimpinan yang negatif dengan berbagai variasi penyebab potensialnya.seorang pemimpin dapat memperoleh keuntungan dari meneliti rias wajah nya sendiri untuk menentukan  sumber kesulitan yang khas tersebut.apakah pemimpin ini memerlukan persiapan yang lebih besar, pemikiran yang lebih ketat, atau penilaian yang diperbaiki? Persoalan saerupa juga dapat memerlukan variasi pengobatan yang tergantung pada campuran berbagai kualitas dari setiap individunya seperti ;
·         Tingkah laku yang positif
·         Tingkah laku negativ
·         Memperbaiki tingkah laku
·         Rencana tindakan

Memahami orang
Langkah kedua untuk menuju ke pemimpinan yang sukses adalah memahami orang .ini menekankan pentingnya perbedaan individu dalam arti dorongan, impian, dan ambisi . para pemimpin harus sadar akan adanya kepercayaan bahwa semua orang itu benar-benar sama.padahal mereka ini jelas tidak sama. Dan bahkan tidak demokratis untuk memaksakan bahwa mereka ini benar-benar sama. Perbedaan, dan bukannya kesamaan, yang membuat kelompok-kelompok menjadi kuat dan hidup menjadi menyenangkan. Jika individu-individu itu di kumpulkan menjadi satu sebagai benar-benar sama maka mereka pun terampas kebebasan dan kepribadiannya.
Topik-topik yang relavan dengan perkembangan dari tema ini adalah ;
·         Motivasi
·         Imbalan dan nilai
·         Inspirasi

Motivasi
Tugas pemimpin adalah untuk memotivasi orang lain melalui contoh/suri tauladan yang diberikannya. Bertanya pada diri nya sendiri dipandang sebagai kebiasaan yang hanya dilakukan oleh orang-orang lemah. Ini bahkan mengandung arti ketidakloyalan dan ketidakbertanggungjawaban terhadap posisinya sebagai pemimpin.
Sesungguhnya,sekarang sudah dianggap sebagai kelemahan jika yang ditampilkan adalah pemimpin yang serba tahu dan sempurna. Padahal justru merupakan kekuatan jika orang mau mengenal dan bahkan mengakui pernah mengalami rasa takut agar supaya dapat memahami, menerima, dan mengatasinya.
Motivasi tidak pernah seragam untuk seluruh tim. Seorang pemimpin harus mendorong para anggota timnya untuk memiliki suatu visi/wawasan dengan mengakui titik awal dari setiap individu dan membangun landasan di atas nya .

Praktek kepemimpinan
Daftar berikut ini dapat dipakai sebagai pedoman untuk menerapkan hierarki kebutuhan dalam memahami motivasi rekan-rekan.
Pikirkanlah seorang rekan kerja anda. Jenis kebutuhan apa yang paling banyak didiskusikan oleh orang ini ?
·         Kenikmatan fisik
·         Jaminan pekerjaan
·         Teman, keluarga, peristiwa sosial
·         Kepuasaan kerja, pengakuan, status
·         Nilai, prinsip, kualitas kerja untuk dirinya sendiri

Imbalan dan nilai
Setiap individu mengembangkan strategi untuk memperoleh apa yang mereka butuhkan dengan menggunakan salah satu dari pola-pola ini.
·         Ambisius dan tegas
·         Peduli dan suka mendukung
·         Analitis dan hati-hati

Ambisius dan tegas
Individu-individu yang ambisius dan tegas kerap kali memounyai lebih banyak ide yang melebihi jam kerjanya sehari, sehingga tidak mampu mencapainya.mereka di dorong oleh kebutuhan nama baik di dunia ini. Kategory sikap/tingkah laku inibluar biasa menantangnya untuk diatasi. Meskipun demikian ,jika individu ini merasa termotivasi untuk menyelesaikan tugas maka tidak ada orang yang mampu menghentikannya.
Peduli dan suka mendukung
Meskipun kehangatan dan keramahan dari rekan-rekan ini merupakan kebajikan. Namun sering kali mereka benar-benar merupakan akibat dari kebiasaan dan keinginan untuk membuat senang dan sekaligus disukai.tugas pemimpin adalah memimbing rekan-rekan untuk menjadi lebih bebas/ tidak tergantung pada siapa pun mereka juga harus di tenangkan jika mereka yang suka menyendiri dalam kelompok itu menolak dukungannya.
Analitis dan hati-hati
Rekan-rekan yang analitis dan hati-hati akan merasa sangat puas jika mereka kerja sendiri. Mereka menyukai kesendiriannya, karena hal ini dapat memberi mereka rasa bebas, sehinnga dapat berkonsentrasi. Jika di kuasai dengan baik pola sikap/tingkah laku ini merupakan aset yang berharga bagi tim itu.sayangnya orang-orang yang suka menyendiri ini kerap kali mendapatkan pemimpin yang bermaksud baik dan bertekad untuk membantu mereka dalam mengatasi rasa malunya.
 Inspirasi
Rasa saling memahami dapat memberikan dasar bagi hubungan yang kokoh. Tugas para pemimpin adalah menciptakan ikatan saling menghormati di antara mereka sendiri dan pendukungnya. Akan tetapi masih saja ada pemimpin yang percaya bahwa mereka harus dipisahkan dari para pengikutnya.
Sesungguhnya, selalu saja persyaratan bagi pemimpin untuk berhubungan baik dengan para pengikutnya. Para pemimpin terbesar dalam sejarah menunjukan betapa konsistenya bukti-bukti ini. Tokoh-tokoh ini tahu bahwa wewenang dan kekuasaan mereka muncul dari para pendukungnya. Rasa hormat yang mereka berikan kepada rekan-rekan mereka dapat membawa mereka secara langsung untuk menerima loyalitas dan sekaligus tanggung jawab. Sumber utama dari inspirasi ini adalah penciptaan hubungan yang positif dan saling menghormati.

Kekuasaan dan wewenang
Langkah kedua untuk menuju ke pemimpinan yang sukses adalah menekankan pentingnya pemahaman terhadap masalah kekuasaan dan wewenang. Jika individu menerima tanggung jawab kepemimpinan, maka mereka juga akan menghadapi tantangan untuk menjalankan kekuasaan secara bijaksana demi kelompoknya secara keseluruhan. Topik-topik yang dapat memberikan sumbangan untuk menjalankan kekuasaan dan wewenang ini secara benar adalah :
·         Menjalankan kekuasaan
·         Gaya kepemimpinan
·         Menyesuaikan diri dengan berbasgai kejadian
·         Mendelegasikan/melimpahkan wewenang

Menjalankan kekuasaan
Gelar pemimpin tidaklah dengan sendirinya menciptakan kepemimpinan. Sudah dinyatakan di muka bahwa juga harus ada hubungan positif antara yang memimpin dengan yang di pimpin.
Ada empat jenis kekuasaan, yaitu :
·         Karena di tunjuk
·         Karena ahli
·         Karena karisma
·         Karena informasi
Kekuasaan karena di tunjuk
Jenis kekuasaan ini tergantung pada peranan organisasi/ perusahaan tertentu yang secara resmi diakui. Individu-individu dengan kekuasaan ini di tunjuk/diangkat secara resmi untuk bertindak atas nama organisasi/perusahaannya.
Kekuasaan karena ahli
Jenis kekuasaan ini tergantung pada bakat, keterampilan, dan pengalaman pribadi dari individu-individu yang memilikinya. Mereka memiliki kekuasaan ini tidak peduli apapun peranan resmi mereka dalam sebuah organisasi/perusahaanya.
Kekuasaan karena karisma
Mereka yang mempunyai kekuasaan karena karisma biasanya mendapatkan restu sekaligus kutukan. Mereka kerap kali merupakan kartu liar dalam organisasi perusahaan apapun. Menurut sejarah para pemimpin yang sangat karismatik cenderung untuk berakhir dengan kematian, memalukan, sendirian dalam penjara.
Kekuasaan karena informasi
sumber kekuasaan ini ternyata semakin penting saja berkat teknologi elektronik baru yang sekarang memungkinkan dikelolanya informasi yang luar biasa besarnya. Di masa lalu , organisasi sangat tergantung pada anggotanya yang sudah lama menggabdi sebagai sumber informasi. Ingatan manusia dapat menyediakan akses ke informasi yang vital dan penting untuk menjalankan perusahaan. Hal ini sekarang lebih sering dapat diperoleh melalui sistem elektronik.

Gaya kepemimpinan
Kekuasaan dan wewenang dapat dinyatakan melalui gaya kepemimpinan. Ada tiga gaya dasar , yaitu :
·         Demokratis
·         Otokratis
·         Permisif
Demokratis
Gaya kepemimpinan yang demokratis senantiasa didasarkan pada saling menghormati diantara rekasn-rekan tanpa mempedulikan kedudukan yang diperoleh karena diangkat/ditunjuk. Jika pemimpin ini tau bahwa rekan-rekan nya tidak memiliki kemampuan maupun keterampilan tertentu, maka merekapun menciptakan kesepakatan bagi mereka untuk tumbuh dan berkembang
Otokratis
Gaya kepemimpinan ini seringkali tampak paling bermanfaat jika terjadi kontroversi/persengketan. Individu-individu yang kebingungan merindukan bos yang kuat yakni pemimpin yang dapat memerintah mereka tentang apa yang harus dikerjakan.
Permisif
Gaya permisif seringkali merupakan usaha ke arah demokrasi yang salah jalan . individu yang menggunakan gaya kepemimpinan seperti ini kerap kali mempunyai maksud yang baik dengan enggan memaksakan kemauannya pada orang lain. Sayangnya , kebajikan ini justru dapat membangkitkan amarah bago prang lain yang kerjanya memerlikan kordinasi, dukungan aktif, dan pengarahan.

Menyesuaikan diri dengan berbagai kejadian
Para pemimpin yang efektif senantiasa fleksibel ketika memutuskan gaya kepemimpinan terbaik yang akan dipakainya untuk kelompok pada suatu saat tertentu.tahap pertama dimulai ketika kelompok itu terbentuk untuk pertama kalinya. Para pemimpin pada tahap ini harus berupa perintah,sehinnga proyek ini dapat dijalankan.begitu para kelompok mengetahuibpengangkatan mereka dan memiliki pengarahan yang jelas, maka para pemimpin itu selanjutnya mendorong mereka untuk saling mengenal satu sama lain secara lebih baik . ini akan membangun hubungan kelompok yang kuat dan sekaligus merupakan tahap kedua dari perkembangan kelompok tersebut.
Dalam tahap ketiga, seorang pemimpin harus menekankan penting nya para amggota untuk saling bertanggung jawab dan mendiskusikan kebutuhan proyek.

Mendelegasikan/ melimpahkan wewenang
Masalah kedewasaan kelompok itu sebagian dapat di pecahkan jika para pemimpin juga belajar keterampilan untuk mendelegasikan/melimpahkan wewenang. Untuk proses ini juga ada empat tahap, yaitu :
·         Menentukan tugas
·         Menunjukan mengapa hal itu penting
·         Menjelaskan berbagai harapan apapun
·         Menilai dan mendiskusikan hasil-hasilnya
Komunikasi
Semua pertukaran sosial mauoun pekerjaan sangat tergantung pada komunikasi. Ini merupakan alat untuk saling berbagi ide, peasaan, dan sumber daya. Jika komunikasi terputus maka ketidak sepakatan dan kesalah pahaman pun akan segera terjadi. Langkah ini mencakup topik-topik utama seperti :
·         Mendengarkan dan berbicara
·         Keterampilan sosial
·         Menciptakan pemahaman

Mendengarkan dan berbicara
Komunikasi didasarkan pada memberi dan menerima informasi. Dalam bentuknya yang paling sederhana, komunikasi teriri dari dua kegiatan: mendengarkan dan berbicara. Kedua-duanya memerlukan sikap/tingkah laku yang sangat rumit dan menggunakan pengalaman selama hidup seseorang.
Bahkan pertemuan singkat yang hanya berupa salam biasa sekalupun merupakan hasil dari praktek selama bertahun-tahun. Melalui cara mencoba-coba dalam waktu yang lama. Individu-individu menciptakan gaya memberikan salam mereka secara pribadi. Mereka menjadi begitu terampil sehinnnga mereka juga tahu bagaimana cara menyesuaikan hal ini untuk memenuhi kebutuhan yang senantiasa berubah dalam setiap saat.

Keterampilan sosial
Mendengarkan dan berbicara dapat membentuk fondasi komunikasi . keduanya dengan langkah yang sama , dapat menyumbang pengembangan pertukaran informasi yang secara sosial terampil . para priset menyoroti lima sifat pokok dari komunikasi yang jelas dan efektif dan menunjukan kepada mereka sebagai keterampilan sosial. Komunikasi yang secara terampil adalah :
·         Berorientasikan tujuan
·         Koheren
·         Sesuai dengan situasi
·         Terkendali
·         Dapat dipelajari

Menciptakan pemahaman
Tanggung jawab pemimpin adalah membuka perdebatan mendorong sumbangan dari rekan-rekan dan membimbing diskusi sehingga pemahaman yang sama dapat muncul dalam kelompok itu. Pemahaman ini dapat memperkuat wawasan tujuan dari sebuah kelompok dan sekaligus memberikan sumbangan pada rasas kesatuan mereka.
Mengambil keputusan
Langkah kelima untuk menuju ke pemimpinan yang sukses adalah pengambilan keputusan. Apakah seorang pemimpin melakukannya sendirian atau dalam kelompok.namun yang penting adalah bahwa para pendukungnya melihat pemimpin mereka bertindak atas nama mereka dengan keyakinan dan rasa percaya diri. Keterampilan untuk mengambil keputusan dapat diperbaiki dangan memfokuskan diri pada beberapa masalah sebagai berikut :
·         Apakah yang diprioritaskan
·         Menentukan tujuan dengan jelas
·         Pendekatan yang sistematis
Apakah yang diprioritaskan
Seringkali pemimpin mengambil beberapa keputusan pada saat yang sama. Karena perhatian yang penuh tidak dapat diberikan pada setiap masalah secara serentak, maka mereka harus mengkordinasikan dan mengelola informasi dengan keterampilan yang tinggi.
Ini memerlukan prioritas pengenalan dan pengembalian keputusan terhadap masalah yang paling mendesak lebih dulu. Disiplin juga diperlukan, karena sebagian keputusan tampaknya memerlukan perhatian dengan segera. Tetapi tidak mendesak atau tidak penting untuk jangka panjangnya.

Menentukan tujuan dengan jelas
Pengenalan prioritas akan memungkinkan para pemimpin untuk memfokuskan diri pada keputusan yang mendesak dan penting lebih dahulu.berikut ini adalah contoh tentang masalah bisnis yang memerlukan keputusan.
·         Untuk meningkatkan profil perusahaan di mata masyarakat
·         Untuk mengurangi keluhan konsumen sampai 10 persen
·         Untuk membeli 2 hektar tanah di sebelah kantor pusat perusahaan
Pendekatan yang sistematis
Salah satu metode untuk pengambilan keputusan yang rasional adalah dimulai dengan analisis yang sunguh-sungguh terhadap semua pilihan yang tersedia. Proses ini mengungkapkan manfaat yang relatif dari setiap rangkaian tindakan yang di usulkan.



Sumber : Carol A. O’Connor, Kepemimpinan Sukses dalam Sepekan, terj Sugeng Panut, Hodder & Stoughton, newyork, 1992.


Kamis, 06 Februari 2014

BIOGRAFI BJ. HABIBIE



Masa Muda
Prof. Dr. Ing. -Dr. Sc. H.C. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal sebagai BJ Habibie (72 tahun) merupakan pria Pare-Pare (Sulawesi Selatan) kelahiran 25 Juni 1936. Habibie menjadi Presiden ke-3 Indonesia selama 1.4 tahun dan Wakil Presiden RI ke-7 hanya 2 bulan. Habibie merupakan “blaster” antara orang Jawa [ibunya] dengan orang Makasar/Pare-Pare [ayahnya].
Dimasa kecil, Habibie telah menunjukkan sifat cerdas dan semangat tingginya pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Selama 1 tahun, ia kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), dan selanjutnya pada tahun 1955 beliau dikirim oleh ibunya (R.A. Tuti Marini Puspowardoyo) ke Jerman untuk melanjutkan studi di Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule. Habibie mengeluti bidang Desain dan Konstruksi Pesawat di Fakultas Teknik Mesin. Selama lima tahun studi di Jerman akhirnya Habibie memperoleh gelar Dilpom-Ingenenieur atau diploma teknik (catatan : diploma teknik di Jerman umumnya disetarakan dengan gelar Master/S2 di negara lain) dengan predikat summa cum laude.
Habibie tidak berhenti dengan diploma tekniknya. Ia melanjutkan studinya hingga jenjang doktoral. Ia mendalami bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang. Tahun 1965, Habibie menyelesaikan studi S-3 nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan  indeks prestasi summa cum laude.

Karir di Industri
Setelah menyelesaikan pendidikan doktoral, BJ Habibie mengawali karir di Jerman dengan menjadi Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktrur di Messerschmitt-Bölkow-Blohm  atau MBB Hamburg (1965-1969), dan kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB (1969-1973). Atas kinerja dan kebriliannya, 4 tahun kemudian, ia dipercaya sebagai Vice President sekaligus Direktur Teknologi di MBB periode 1973-1978 serta menjadi Penasihast Senior bidang teknologi untuk Dewan Direktur MBB (1978 ).
Sebelum memasuki usia 40 tahun, Habibie memiliki karir yang sangat cemerlang, secemerlang ilmunya dalam desain dan konstruksi pesawat terbang. Habibie menjadi “permata” yang sangat berharga bagi negeri Jerman dan iapun mendapat “kedudukan terhormat”, baik secara materi maupun intelektualitas oleh orang Jerman. Selama bekerja di MBB Jerman, Habibie menyumbang berbagai hasil penelitian dan sejumlah teori untuk ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang Thermodinamika, Konstruksi dan Aerodinamika. Beberapa rumusan teorinya dikenal dalam dunia pesawat terbang seperti “Habibie Factor“, “Habibie Theorem” dan “Habibie Method“.

Kembali ke Indonesia
Pada tahun 1974, (Alm) Presiden Soeharto mengirim Ibnu Sutowo ke Jerman untuk menemui seraya membujuk Habibie pulang ke Indonesia. Karena rasa hormatnya pada Pak Harto sekaligus keinginannya untuk memberi sumbangsih teknologi pada bangsa ini, akhirnya Habibie pun pulang ke Indonesia pada tahun 1974 di usia 38 tahun.  Iapun diangkat menjadi penasihat pemerintah (langsung dibawah Presiden) di bidang teknologi pesawat terbang dan teknologi tinggi hingga tahun 1978. Meskipun demikian dari tahun 1974-1978, Habibie masih sering pulang pergi ke Jerman karena masih menjabat sebagai Vice Presiden dan Direktur Teknologi di MBB.
Habibie mulai benar-benar fokus setelah ia melepaskan jabatan tingginya di Perusahaan Pesawat Jerman MBB pada tahun 1978. Dan sejak itu, dari tahun 1978 hingga 1997, iapun diangkat menjadi Menteri Negara Riset dan Teknologi (Menristek) sekaligus merangkap sebagai Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Disamping itu Habibie juga diangkat sebagai Ketua Dewan Riset Nasional.
Pesawat CN-235 karya IPTN milik AU Spanyol
Ketika menjadi Menristek, Habibie mengimplementasikan visinya yakni membawa Indonesia menjadi negara industri teknologi tinggi. Ia mendorong adanya lompatan dalam strategi pembangunan yakni melompat dari agraris langsung menuju negara industri maju. Visinya yang langsung membawa Indonesia menjadi negara Industri mendapat pertentangan dari berbagai pihak, baik dalam maupun luar negeri yang menghendaki pembangunan secara bertahap yakni lebih baik investasi di bidang pertanian dahulu baru investasi  secara bertahap hingga teknologi tinggi. Namun, Habibie memiliki keyakinan kokoh akan visinya, dan ada satu “quote” yang terkenal dari Habibie yakni :
I have some figures which compare the cost of one kilo of airplane compared to one kilo of rice. One kilo of airplane costs thirty thousand US dollars and one kilo of rice is seven cents. And if you want to pay for your one kilo of high-tech products with a kilo of rice, I don’t think we have enough.” (Sumber : BBC: BJ Habibie Profile -1998.)
Kalimat diatas merupakan senjata Habibie untuk berdebat dengan lawan politiknya. Habibie ingin menjelaskan mengapa Industri berteknologi itu sangat penting. Dan ia membandingkan harga produk dari industri high-teck (teknologi tinggi) dengan hasil pertanian. Ia menunjukkan data bahwa harga 1 kg pesawat terbang adalah USD 30.000 dan 1 kg beras adalah 7 sen (USD 0,07). Artinya 1 kg pesawat terbang hampir setara dengan 450 ton beras. Jadi dengan membuat 1 buah pesawat dengan massa 10 ton, maka akan diperoleh beras 4,5 juta ton beras.
Pola pikir Pak Habibie disambut dengan baik oleh Pak Harto. Soeharto pun bersedia menggangarkan dana ekstra dari APBN untuk pengembangan proyek teknologi Habibie. Dan pada tahun 1989, Suharto memberikan “kekuasan” lebih pada Habibie dengan memberikan kepercayaan Habibie untuk memimpin industri-industri strategis seperti Pindad, PAL, dan PT IPTN.

Habibie menjadi RI-1
Secara materi, Habibie sudah sangat mapan ketika ia bekerja di perusahaan MBB Jerman. Selain mapan, Habibie memiliki jabatan yang sangat strategis yakni Vice Presiden sekaligus Senior Advicer di perusahaan  berteknologi tinggi di Jerman. Sehingga Habibie terjun ke pemerintahan bukan karena mencari uang ataupun kekuasaan semata, tapi lebih pada perasaan “terima kasih” kepada Indonesia yang telah membesarkan dia dan kedua orang tuanya serta Presiden Soeharto. Sikap serupa pun ditunjukkan oleh Kwik Kian Gie, yakni setelah menjadi orang kaya dan makmur , Kwik pensiun dari bisnisnya dan baru terjun ke dunia politik. Bukan sebaliknya, yang banyak dilakukan oleh para caleg saat ini  yakni menjadi poltisi untuk mencari kekayaan sehingga praktik korupsi tidak sirna oleh waktu.
Tiga tahun setelah kepulangan ke Indonesia, Habibie (usia 41 tahun) mendapat gelar Profesor Teknik dari ITB melalui orasi ilmiahnya tentang Konstruksi Pesawat Terbang. Selama 20 tahun menjadi Menristek, akhirnya pada tanggal 11 Maret 1998, Habibie terpilih sebagai Wakil Presiden RI ke-7 melalui Sidang Umum MPR. Di masa itulah krisis ekonomi (krismon) melanda kawasan Asia termasuk Indonesia. Nilai tukar rupiah terjun bebas dari Rp 2.000 per dolar AS menjadi Rp 10.000-an per dolar. Utang luar negeri membengkak dan banyak bank swasta mengalami kesulitan likuiditas. Inflasi meroket diatas 50%, dan pengangguran mulai terjadi dimana-mana.
Pada saat bersamaan, kebencian masyarakat memuncak dengan sistem orde baru yang sarat dengan Korupsi, Kolusi, Nepotisme yang dilakukan oleh kroni-kroni Soeharto. Selain KKN, sistem pemerintahan Soeharto sangatlah otoriter dan menangkap semua aktivis dan mahasiswa yang berusaha menegakkan kebenaran pada tempatnya. UU hanya digunakan untuk membungkam masyarakat kecil, sedangkan pemerintah, konglomerat, MPR/DPR yang didominasi Partai Golkar dengan mudah melanggar hukum dan menikmati rupiah demi rupiah dari hutang-hutang kapitalis yang menghancurkan Indonesia.
Pergerakan mahasiswa,aktivis, dan segenap masyarakat pun memuncak pada 12-14 Mei 1998, dimana terjadi penembakan 4 orang mahasiswa (Tragedi Trisakti) pada 12 Mei 1998 yang hingga saat ini pelakunya (semua bukti tertuju pada militer) masih misterius. Demonstrasi dan krisis kepercayaan masyarakat sudah mencapai titik akhir, dan akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998, Presiden Soeharto dipaksa mundur dari jabatan Presiden yang dipegangnya selama lebih kurang 32 tahun. Selama 32 tahun itulah, sistem pemerintahan otoriter dan praktik KKN tumbuh sumbur. Selama 32 tahun itu pula, kebenaran-kebenaran peristiwa Pemerintah Soekarno, G30S-PKI, Supersemar, Pengasingan Soekarno ditutup rapat-rapat oleh pemerintah Soeharto yang didukung oleh negara-negara kapitalis seperti Amerika dan sekutunya melalui agen CIA, Bank Dunia, IMF, ADB, IGGI (CGI). Dan pada saat bersaamaan, sumber kekayaan alam kita dijamah secara besar-besaran.
Soeharto mundur, maka Wakilnya yakni BJ Habibie pun diangkat menjadi Presiden RI ke-3 berdasarkan pasal 8 UUD 1945. Namun, masa jabatannya sebagai presiden hanya bertahan selama 512 hari. Dibawah kepemimpinan Habibie, bangsa Indonesia bukan hanya sukses melaksanakan pemilu 1999 dengan multi parti (48 partai), namun juga sukses membawa perubahan signifikn pada stabilitas, demokratisasi dan reformasi di Indonesia.
Habibie merupakan presiden RI pertama yang menerima banyak penghargaan terutama di bidang IPTEK baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Jasa-jasanya dalam bidang teknologi pesawat terbang mengantarkan beliau mendapat gelar Doktor Kehormatan (Doctor of Honoris Causa) dari berbagaai Universitas terkemuka dunia, antara lain : Cranfield Institute of Technology dan Chungbuk University.

Catatan-Catatan Istimewa BJ Habibie

Habibie Bertemu Soeharto
Laksanakan saja tugasmu dengan baik, saya doakan agar Habibie selalu dilindungi Allah SWT dalam melaksanakan tugas. Kita nanti bertemu secara bathin saja“, lanjut Pak Harto menolak bertemu dengan Habibie pada pembicaraan via telepon pada 9 Juni 1998.
(Habibie : Detik-Detik yang Menentukan. Halaman 293)
Salah satu pertanyaan umum dan masih banyak orang tidak mengetahui adalah bagaimana Habibie yang tinggal di Pulau Celebes bisa bertemu dan akrab dengan Soeharto yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di Pulau Jawa?
Pertemuan pertama kali Habibie dengan Soeharto terjadi pada tahun 1950 ketika Habibie berumur 14 tahun. Pada saat itu, Soeharto (Letnan Kolonel) datang ke Makasar dalam rangka memerangi pemberontakan/separatis di Indonesia Timur pada masa pemerintah Soekarno. Letkol Soeharto tinggal berseberangan dengan rumah keluarga Habibie. Karena ibunda Habibie merupakan orang Jawa, maka Soeharto pun (orang Jawa) merasa kedekatannnya dengan keluarga Habibie ketika bermukim di Makasar. Bahkan,  Soeharto turut hadir ketika ayahanda Habibie meninggal. Selain itu, Soeharto pun menjadi “mak comblang” pernikahan adik Habibie dengan anak buah (prajurit) Letkol Soeharto. Kedekatan Soeharto-Habibie terus berlanjut meskipun Soeharto telah kembali ke Pulau Jawa setelah berhasil memberantas pemberontakan di Indonesia Timur.
Pada tahun 1956, Habibie mendapat beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Budaya Pemerintahan Soekarno untuk belajar Teknik Pembuatan Pesawat Terbang di Aachen, Jerman. Dalam beberapa wacana disebutkan bahwa rekomendasi beasiswa Habibie ke Jerman tidak lepas dari dukungan ibunda Habibie dan pak Harto. Dan setelah Habibie menyelesaikan studi di Jerman dan bekerja selama 9 tahun, akhirnya Habibie dipanggil pulang ke tanah air oleh Pak Harto. Adanya kedekatan dan rasa “balas budi” kepada negara (beasiswa) serta pak Harto, membuat Habibie dengan cepat memutuskan kembali ke Indonesia untuk membangun industri teknologi tinggi.
Bersama Ibnu Sutowo, Habibie kembali ke Indonesia dan bertemu dengan Presiden Soeharto pada tanggal 28 Januari 1974. Habibie mengusulkan beberapa gagasan pembangunan seperti berikut:
  • Gagasan pembangunan industri pesawat terbang nusantara sebagai ujung tombak industri strategis
  • Gagasan pembentukan Pusat Penelitan dan Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspitek)
  • Gagasan mengenai Badan Pengkajian dan Penerapan Ilmu Teknologi (BPPT)
Gagasan-gagasan awal Habibie menjadi masukan bagi Soeharto, dan mulai terwujud ketika Habibie menjabat sebagai Menristek periode 1978-1998.
Namun, dimasa tuanya, hubungan Habibie-Soeharto tampaknya retak. Hal ini dikarenakan berbagai kebijakan Habibie yang “mempermalukan” Pak Harto, meskipun tindakan Habibie merupakan langkah yang tepat dan benar. Diantaranya adalah memecat Letjen (Purn) Prabowo Subianto dari jabatan Kostrad karena telah memobilisasi pasukan kostrad menuju Jakarta (Istana dan Kuningan) tanpa koordinasi atasan. Padahal Prabowo merupakan menantu kesayangan Pak Harto yang telah dididik dan dibina menjadi penerus Soeharto. Selain itu, Habibie juga memerintahkan pemeriksaan Tommy Soeharto sebagai tersangka korupsi. Padahal Tommy Soeharto merupakan putra “emas’ Pak Harto. Begitu juga,  Habibie membebaskan tanpa syarat tahanan politik Soeharto seperti Sri Bintang Pamungkas dan Mukhtar Pakpahan.

Habibie : Bapak Teknologi Indonesia*
Pemikiran-pemikiran Habibie yang “high-tech” mendapat “hati” pak Harto. Bisa dikatakan bahwa Soeharto mengagumi pemikiran Habibie, sehingga pemikirannya dengan mudah disetujui pak Harto. Pak Harto pun setuju menganggarkan “dana ekstra” untuk mengembangkan ide Habibie. Kemudahan akses serta kedekatan Soeharto-Habibie dianggap oleh berbagai pihak sebagai bentuk kolusi Habibie-Soeharto. Apalagi, beberapa pihak tidak setuju dengan pola pikir Habibie mengingat pemerintah Soeharto mau menghabiskan dana yang besar untuk pengembangan industri-industri teknologi tinggi seperti saran Habibie.
Tanggal 26 April 1976, Habibie mendirikan PT. Industri Pesawat Terbang Nurtanio dan menjadi industri pesawat terbang pertama di Kawasan Asia Tenggara (catatan : Nurtanio meruapakan Bapak Perintis Industri Pesawat Indonesia). Industri Pesawat Terbang Nurtanio kemudian berganti nama menjadi Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) pada 11 Oktober 1985, kemudian direkstrurisasi, menjadi Dirgantara Indonesia (PT DI) pada Agustuts 2000. Perlakuan istimewapun dialami oleh industri strategis lainnya seperti PT PAL dan PT PINDAD.
Sejak pendirian industri-industri statregis negara, tiap tahun pemerintah Soeharto menganggarkan dana APBN yang relatif besar untuk mengembangkan industri teknologi tinggi.  Dan anggaran dengan angka yang sangat besar dikeluarkan sejak 1989 dimana Habibie memimpin industri-industri strategis. Namun, Habibie memiliki alasan logis yakni untuk memulai industri berteknologi tinggi, tentu membutuhkan investasi yang besar dengan jangka waktu yang lama. Hasilnya tidak mungkin dirasakan langsung. Tanam pohon durian saja butuh 10 tahun untuk memanen, apalagi industri teknologi tinggi. Oleh karena itu, selama bertahun-tahun industri strategis ala Habibie masih belum menunjukan hasil dan akibatnya negara terus membiayai biaya operasi industri-industri strategis yang cukup besar.
Industri-industri strategis ala Habibie (IPTN, Pindad, PAL) pada akhirnya memberikan hasil seperti pesawat terbang, helikopter, senjata, kemampuan pelatihan dan jasa pemeliharaan (maintenance service) untuk mesin-mesin pesawat, amunisi, kapal, tank, panser, senapan kaliber,  water canon, kendaraan RPP-M, kendaraan combat dan masih banyak lagi baik untuk keperluan sipil maupun militer.
Untuk skala internasional, BJ Habibie terlibat dalam berbagai proyek desain dan konstruksi pesawat terbang seperti Fokker F 28, Transall C-130 (militer transport), Hansa Jet 320 (jet eksekutif), Air Bus A-300, pesawat transport DO-31 (pesawat dangn teknologi mendarat dan lepas landas secara vertikal), CN-235, dan CN-250 (pesawat dengan teknologi fly-by-wire). Selain itu, Habibie secara tidak langsung ikut terlibat dalam proyek perhitungan dan desain Helikopter Jenis BO-105, pesawat tempur multi function, beberapa peluru kendali dan satelit.
Karena pola pikirnya tersebut, maka saya menganggap beliau sebagai bapak teknologi Indonesia, terlepaskan seberapa besar kesuksesan industri strategis ala Habibie. Karena kita tahu bahwa pada tahun 1992, IMF menginstruksikan kepada Soeharto agar tidak memberikan dana operasi kepada IPTN, sehingga pada saat itu IPTN mulai memasuki kondisi kritis. Hal ini dikarenakan rencana Habibie membuat satelit sendiri (catatan : tahun 1970-an Indonesia merupakan negara terbesar ke-2 pemakaian satelit), pesawat sendiri, serta peralatan militer sendiri. Hal ini didukung dengan 40 0rang tenaga ahli Indonesia yang memiliki pengalaman kerja di perusahaan pembuat satelit Hughes Amerika akan ditarik pulang ke Indonesia untuk mengembangkan industri teknologi tinggi di Indonesia. Jika hal ini terwujud, maka ini akan mengancam industri teknologi Amerika (mengurangi pangsa pasar) sekaligus kekhawatiran kemampuan teknologi tinggi dan militer Indonesia.

Teori Pembangunan Ekonomi  Habibie
Menjadi pimpinan di Industri Pesawat Terbang skala besar di Jerman selama bertahun-tahun memberikan inspirasi dan mempengaruhi pemikiran Habibie. Berlandaskan pengalaman itu, Habibie memiliki keyakinan bahwa untuk bisa menjadi negara maju tidak selalu perlu melewati “tahap-tahap” pembangunan yakni pertanian/agraris industri pengolahan pertanian, manufaktur, industri teknologi rendah/menengah baru ke teknologi tinggi. Ia mengemukan teori pembangunan ekonomi negara yang berbeda yakni “Dari negara agraris langsung melompat ke tahap negara industri teknologi tinggi”, tanpa harus menunggu dan melewati kematangan indsutri pertanian, atau tahapan industri manufaktur serta teknologi rendah.
“The basis of any modern economy is in their capability of using their renewable human resources. The best renewable human resources are those human resources which are in a position to contribute to a product which uses a mixture of high-tech.” (Sumber : BBC: BJ Habibie Profile -1998.)
Dari teori pembangunan ekonomi tersebut, Habibie sangat menekankan pada kualitas SDM bukan semata SDA. Dengan meningkatkan sumber daya manusia (human resources), maka kita dapat membuat produk berteknologi tinggi dimana memiliki nilai jual yang tinggi. Hal ini pun akan mentriger berdirinya perusahaan-perusahaan pendukung dengan teknologi lebih rendah. Jadi, prinsip pembangunan industri ala Habibie adalah Top-Down (dari tinggi hingga ke rendah). Sedangkan secara konvensional adalah dari Down-Top (dari industri teknologi rendah ke teknologi tinggi).
Selama masa pengabdiannya di Indonesia, Habibie memegang 47 jabatan penting seperti : Direkur Utama (Dirut) PT. Industri Pesawat Terbang Nasional (IPTN), Dirut PT Industri Perkapalan Indonesia (PAL), Dirut PT Industri Senjata Ringan (PINDAD), Kepala Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam, Kepala BPPT, Kepala BPIS, Ketua ICMI, dan masih banyak lagi.

Habibie : Bapak Demokrasi Indonesia
Ketika mendapat amanah menjadi Presiden RI ke-3, kondisi ekonomi, sosial, stabilitas politik, keamanan di Indonesia berada di ujung tanduk “revolusi”. Dengan mengambil kebijakan yang salah serta pengelolaan ekonomi yang tidak tepat, maka Indonesia 1998 berpotensi masuk dalam era “chaos” ataupun revolusi berdarah. (catatan : perlu diingat bahwa reformasi 1998 menelan ratusan bahkan ribuan korban pembunuhan dan  pemerkosaan serta serangkaian  kerusuhan, penjarahan, pembakaran, yang terutama ditujukan  pada etnis Tionghoa). Untungnya di tahun 1998, Indonesia tidak masuk dalam era revolusi jilid-2 namun hanya masuk dalam era reformasi.
Belajar dari kesalahan presiden pendahulunya, Jenderal Soeharto, Presiden Habibie memimpin Indonesia dengan cermat, cepat, telaten, rasional dan reformis. Habibie menunjukkan perhatiannya terhadap keinginan bangsa untuk lebih mengerti dan menerapkan prinsip umum demokrasi. Perhatiannya didasarkan pada pengamatan Habibie pada pemerintahan Orde Lama dan sebagai pejabat pada masa Orde Baru, dimana telah mengarahkan beliau untuk mempelajari situasi yang ada. Melalui proses yang sistematik, menyeluruh, dan menyatu, Habibie mengembangkan sebuah konsep yang lebih jelas, sebuah pengejewantahan dari proaktif dan prediksi preventive atas interpretasi dari demokrasi sebagai sebuah mesin politik. Konsep ini kemudian diimplementasikan dalam berbagai agenda politik, ekonomi, hukum dan keamanan seperti:
  • Kebebasan multi partai dalam pemilu (UU 2 tahun 1999)
  • Undang Undang anti monopoli (UU 5 tahun 1999)
  • Kebijakan Independensi BI agar bebas dari pengaruh Presiden (UU 23 tahun 1999)
  • Kebebasan berkumpul dan berbicara, (selanjutnya masyarakat lebih mengenal istilah demonstrasi)
  • Pengakuan Hak Asasi Manusia (UU 39 tahun 1999)
  • Kebebasan pers dan media,
  • Usaha usaha menciptakan pemerintahan yang efektif dan efisien yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme atau dengan kata lain adalah pemerintahan yang baik dan bersih. (Membuat UU Pemberantasan Tindak Korupsi pada tahun 1999)
  • Penghormatan terhadap badan badan hukum dan berbagai institusi lainnya yang dibentuk atas prinsip demokrasi;
  • Pembebasan tahanan-tahanan politik tanpa syarat, (eg. Sri Bintang Pamungkas dan Muktar Pakpahan)
  • Pemisahan Kesatuan Polisi dari Angkatan Bersenjata.
Dalam waktu yang relatif singkat sebagai Presiden RI, Habibie telah memelihara pandangan modern beliau dalam demokrasi dan mengimplementasikannya dalam setiap proses pembuatan keputusan. Peran penting Habibie dalam percepatan proses demokrasi di Indonesia dikenal baik oleh masyarakat nasional ataupun internasional sehingga beliau dianggap sebagai “Bapak Demokrasi“. Komitmen beliau terhadap demokrasi adalah nyata. Ketika MPR, institusi tertinggi di Indonesia yang memiliki wewenang untuk memilih Presiden dan Wakil Presiden, menolak pidato pertanggung-jawaban Habibie (masalah referendum Timor-Timur), Habibie secara berani mengundurkan diri dari pemilihan Presiden yang baru pada tahun 1999. Beliau melakukan ini, selain penolakan MPR atas pidatonya tidak mengekang beliau untuk terus ikut serta dalam pemilihan, dan keyakinan dari pendukung beliau bahwa beliau akan tetap bisa unggul dari kandidat Presiden lainnya, karena yakin bahwa sekali pidatonya ditolak oleh MPR akan menjadi tidak etis baginya untuk terus ikut dalam pemilihan. Keputusan ini juga dimaksudkan sebagai pendidikan politik dari arti sebuah demokrasi.
Karena “demokratis”-nya Habibie, maka iapun memberikan opsi referendum bagi rakyat Timor-Timur untuk menentukan sikap masa depannya. Namun, perlu dicatat bahwa Habibie bukanlah orang yang bodoh dengan mudah memberikan opsi referendum tanpa alasan yang jelas dan tepat. Habibie sebagai Presiden RI memberikan opsi referendum kepada rakyat Timor-Timur mengingat bahwa Timor-Timur tidak masuk dalam peta wilayah Indonesia sejak deklarasi kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Secara yuridis, wilayah kesatuan negara Indonesai sejak 17 Agustus 1945 adalah wilayah bekas kekuasaan kolonialisme Belanda yakni dari Sabang (Aceh) hingga Merauke (Irian Jaya/ Papua). Ketika Indonesia merdeka, Timor-Timur merupakan wilayah jajahan Portugis, dan bergabung bersama Indonesia dengan dukungan kontak senjata.
Bagi sebagian orang menganggap bahwa masuknya militer Indonesia di Timor-Timur merupakan bentuk neo-kolonialisme baru (penjajahan modern) dari Indonesia pada tahun 1975. Seharusnya Indonesia tidak ikut campur pada proses kemerdekaan Timor-Timur dari penjajahan Portugis. Jadi, kita dapat memahami dibalik landasan Habibie dimana provinsi Timor-Timur lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Perlu dicatat bahwa  kasus Aceh dan Papua berbeda dengan Timor-Timur.

Habibie : Master of Economic Solving
Sejak era reformasi 1998, tampaknya hanya Habibie yang menjadi presiden yang benar-benar sukses mengelola ekonomi dengan baik. Dalam kondisi yang amburadul, kacau balau baik dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan tiada hari tanpa demonstrasi, Habibie mampu membawa ekonomi Indonesia yang lebih baik.
Meskipun Presiden Singapura Lee Kuan Yeew berusaha mendiskritkan kemampuan Habibie untuk memimpin Indonesia, toh Habibie menunjukkan bukti. Ketika banyak orang yang menyangsikan bahwa Habibie mampu bertahan selama 3 hari sebagai Presiden, namun semua dapat dilalui. Lalu, pihak-pihak yang tidak suka dengan Habibie pun menyampaikan opini bahwa Habibie tidak mampu bertahan lebih dari 100 hari. Sekali lagi, Habibie membuktikan bahwa ia mampu memimpin Indonesia dalam kondisi kritis.
Dari nilai tukar rupiah Rp 15000 per dollar diawal jabatannya, Habibie mampu membawa nilai tukar rupiah ke posisi Rp 7000 per dollar. Ketika inflasi mencapai 76% pada periode Januari-September 1998, setahun kemudian Habibie mampu mengendalikan harga barang dan jasa dengan kenaikan 2% pada periode Januari-September 1999. Indeks IHSG naik dari 200 poin menjadi 588 poin setelah 17 bulan memimpin. Tentu, indikator-indikator kesuksesan ekonomi era Habibie tidak dapat diikuti dengan baik oleh masa pemerintah Megawati maupun SBY.
Beberapa keberhasilan ekonomi di era Habibie sebenarnya tidak lepas dari usaha keras dan perubahan mendasar dari para tokoh reformis yang duduk di kabinet seperti Adi Sasono (Men. Koperasi), Soleh Salahuddin (Men. Kehutanan dan Perkebunan), Tanri Abeng (Men. BUMN). Namun, perlu disadari bahwa Habibie bukanlah presiden yang benar-benar reformis dalam menolak kebijakan ekonomi ala IMF. Dengan keterbatasannya, beliau terpaksa menjalana 50 butir kesepakatan (LoI) antara pemerintah Indonesia dengan IMF, sehingga penangganan krisis ekonomi di Indonesia pada hakikatnya lebih pada penyembuhan dengan “obat generik”, bukan penyembuhan ekonomi “terapis” ataupun “obat tradisional”.  Sehingga ketika meninggalkan tampuk kekuasaan, Indonesia masih rapuh.
Disisi lain, Habibie masih sangat mempercayai tokoh-tokoh Orba duduk di kabinetnya, padahal masyarakat menuntut reformasi. Dan tampaknya, Habibie memang menempatkan dirinya sebagai Presiden Transisi, bukan Presiden yang Reformis.

Habibie : Cendekiawan Muslim
Kekuasaan adalah amanah dan titipan Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, bagi mereka yang percaya atas eksistensi-Nya. Bagi mereka yang tidak percaya atas eksistensi-Nya, kekuasaan adalah amanah dan titipan rakyat. Pemilik kekuasaan tersebut, setiap saat dapat mengambil kembali milik Nya dengan cara apa saja.
(Habibie : Detik Detik yang Menentukan, halaman 31)
Selain memiliki kecerdasan yang tinggi (mungkin orang terjenius dari Indonesia), Habibie dikenal sebagai cendekiawan muslim yang taat sekaligus reformis. Dalam menghadapi berbagai kesulitan, Habibie tidak luput dari do’a dan sholat untuk mendapat petunjuk atau ilham. Mendapat jabatan sebagai Presiden bagi Habibie merupakan amanah dan titipan dari Allah untuk mengabdi dengan sepenuh hati.
Meskipun tidak terjun dalam dunia politik dan kekuasaan, Habibie tetap memberikan sumbangsih kepada bangsa Indonesia dengan mendirikan The Habibie Centre pada 10 November 1999. Habibie Center merupakan organisasi yang berusaha memajukan proses modernisasi dan demokratisasi di Indonesia yang didasarkan pada moralitas dan integritas budaya dan nilai-nilai agama. Ada dua misi utama Habibie centre yakni  (1) menciptakan masyarakat demokratis secara kultural dan struktural yang mengakui, menghormati dan menjunjung tinggi hak asasi manusia, serta mengkaji dan mengangkat isu-isu perkembangan demokrasi dan hak asasi manusia, dan (2) memajukan dan meningkatkan pengelolaan sumber daya manusia dan usaha sosialisasi teknologi. Beberapa kegiatan yang dikenal luas oleh masyarakat dari Habibie Centre yakni seminar, pemberian beasiswa dalam dan luar negeri, Habibie Award serta diskusi mengenai peningkatan SDM maupun IPTEK.
Selain mendirian The Habibie Centre, Habibie juga berjasa dalam pendirian Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) pada 7 Desember  1990 atas persetujuan Soeharto. ICMI merupakan wahana menampung cendekiawan-cendekiawan muslim untuk bersama-sama berkontribusi bagi bangsa dan masyarakat. Pada awalnya, ICMI didirikan untuk menampung aspirasi pengusaha non-China  yang benci akan kekayaan dan pengaruh dari keluarga etnis China yang kaya. ICMI mempunyai bank sendiri dan koran harian yang diberi nama Republika. Banyak umat muslim yang ikut terdaftar dalam keanggotaan ICMI termasuk cendekiawan pengkritik pemerintah Soeharto yakni (Alm) Prof. Nurcholish Majid dan Prof. Amien Rais.

Penutup
Setelah tulisan biografi Habibie yang “super panjang” ini, saya akan mengakhiri ceritera ini dengan beberapa poin harapan.
  • Semoga  “Habibie-Habibie” baru yang genius bermunculan di seantero nusantara sehingga Indonesia tidak hanya menjadi “penonton” atau konsumen atas produk-produk berteknologi
  • Semoga generasi muda bangsa Indonesia memiliki semangat teknopreneur yang minimal sama dengan semangat Habibie dalam mengembangkan industri-industri strategis. Dan harapannya, orang-orang pintar dan cerdas Indonesia dapat memberikan karyanya bagi perkembangan industri Indonesia, bukan menghabiskan seluruh hidupnya di perusahaan asing.
  • Para calon pemimpin dan para politisi partai perlu bercermin diri dan cobalah insaf agar “tidak gila kekuasaan”, dan ketika memegang kekuasaan jangan serakah (KKN) dan sombong.
  • Saya bangga dengan sikap Habibie yang tidak mencalonkan diri sebagai presiden, namun beliau tetap memberikan kontribusi nyata melalui berbagai organisasinya seperti The Habibie Centre serta siap selalu memberikan masukan dan bimbingan bagi para politisi/penguasa melalui berbagai dialog atau seminar.
  • Semoga Habibie terus memberikan sumbangsih pemikiran dan tenaganya bagi bangsa Indonesia dan selalu dikarunia fisik yang sehat.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...