Kamis, 11 Mei 2017

PENGARUH MEDIA SOSIAL TERHADAP KOMUNIKASI


          
Perkembangan media sosial sangat cepat diawal tahun 90-an setelah ditemukannya komputer dan perkembangan internet, begitu drastis merubah tatanan sosial masyarakat dalam pergaulan dan komunikasi individu begitu mudah dan terbuka menghilangkan privacy yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat, sehingga sulit mengungkapkan kepribadian seseorang termasuk public figure. Keterbukaan dengan adanya media sosial bukan hal yang positif bagi sesorang yang ingin mempertahankan keberadaan pribadinya, sehingga masih banyak tidak menjadikan media sosial sebagai alat keterbukaan dan menutup corong masuknya peneratas kehidupan organisasi dan pencitraan pribadinya. Personal branding is not only public figure’s, it’s for everyone. Sisi lain media sosial itu wujud kemajuan akan teknologi yang sulit dihindari. Teknologi dianggap sebagai alat kontrol masyarakat.
           Beberapa ahli mengungkapkan beberapa dampak adanya media sosial dalam meningkatkan peran sosial dan transfer teknologi bagi para netizen. Secara umum berdampak secara positif  dan negatif. Social Media mampu bersaing dengan berbagai media komunikasi lainya, bahkan memberi dampak yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya. Sudah bukan jamannya lagi yang terkenal adalah artis/public figure/politikus. Siapa saja dapat terkenal sekarang ini, dari yang “nobody” menjadi “sombody”. Siapa bilang biayanya mahal? Berbagai social Media seperti Facebook, Twitter, Youtube, Flickr, dll: dapat menjadi media untuk unjuk gigi. Menciptakan differensiasi adalah kunci utama untuk mendapatkan popularitas di Social Media. Keunggulan membangun personal branding melalui Social Media adalah media ini tidak mengenal trik atau popularitas semu, karena audience-lah yang menentukan. Dulu mereka orang biasa, namun setelah video  unik mereka di tonton oleh beribu-ribu penonton melalui YouTube nama mereka langsung melambung.
        Alasannya Orang tidak terus menerus lihat televisi, mereka juga menggunakan mobile phones yang lebih praktis untuk menengok apa yang terjadi seharian sambil bekerja dan berbisnis.Fenomena ini tentu tidak asing bagi kita, televisi meliputi berbagai perubahan cara hidup masyarakat saat ini yang cenderung begitu mencintai telepon genggam mereka. Seperti yang kita tahu telepon genggam saat ini bukan telepon genggam biasa, bukan sekedar berfungsi menelphon, tapi sangat sempurna mengatur semua kehidupan dari mulai urusan pribadi, pekerjaan, transfer uang, sampai untuk meningkatkan kemampuan bisnis dan komunikasi dengan sesama kolega bisnis. Mereka menyebutnyasmart phones dengan berbagai macam fiture canggih yang tidak diperkirakan sebelumnya, walalupun berakibat canibal bagi teknologi yang sudah ada.
          Sehingga Social Media memberikan kesempatan untuk berinteraksi lebih dekat dengan publik. Social Media bersifat viral, yang berati memiliki sifat seperti virus, yaitu menyebar dengan cepat. Social Media dapat menjadi media untuk membentuk komunitas online. Social Media juga sebagai jalan menemukan atau menciptakan para Brand Evangelist kita. Social Media memberikan kita peluang masuk ke komunitas yang telah ada sebelumya. Dan Social Media memberikan Anda kesempatan untuk mendapatkan feed back secara langsung.
            Setiap kemajuan teknologi media sosial ada dampak negatifnya terhadap pelaksanaan tatanan sosial yang tidak bisa digantikan dengan teknologi. tekanan kejiawaan ketika ketergantungan psikologis kita terhadap media sosial begitu tinggi, seperti media internet ingin menggantikan kehidupan basis sosial, keagamaan dan budaya kita..


Minggu, 12 Maret 2017

HAMBATAN MANUSIA DALAM KOMUNIKASI



 BY ; AHMAD ELQORNI

Efektifitas berkomunikasi baik personal, interpersonal dan intrapersonal selalu dihadapkan adanya perbedaan yang menyebabkan kesalahanpahaman sehingga celah-celah komunikasi akan tertutup dan berujung pada konflik individu  dan kelompok yang merugikan organisasi. Hambatan komunikasi akan mengganggu efektiftas komunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung,  baik itu hambatan manusiawi, psikologi, teknis dan hambatan antar budaya.

1. Hambatan Dari Personal.
Persepsi selektif seseorang akan menolak atau salah mengartikan informasi yang tidak sesuai dengan anggapan-anggapan atau harapan-harapan yang secara emosional dibentuk sebelumnya. Selain perbedaan individu dalam keterampilan komunikasi sangat berpengaruh terhadap diterimanya pesan oleh orang lain.

2.    Hambatan Antar Personal
Hambatan kita dalam berkomunikasi selain personal yang menyangkut mental dan konsisi fisik ternyata sangat dipengaruhi adanya pola hubungan antar pribadi antara lain : adanya kepercayaan, kredibilitas yang diajak komunikasi, dan kesamaan persepsi.
a)    Kepercayaan.
Karakter pokok komunikasi adalah saling mempercayai. Kecurigaan seseorang menyebabkan tersekatnya sebuah hubungan yang menyebabkan individu menutup diri dan berbicara hati-hati dan alakadarnya sampai adanya penutupan komunikasi sepihak.
b)    Kredibilitas.
Seseorang akan membuka celah komunikasi apabila terlihat dalam persepsi awal terlihat adanya kejujuran, selain respect akan terbuka ketika kita melihat lawan komunikasi dilihat kredibilitas keahlian, kemampuan, dinamisme, antuasiame dalam menjalin komunikasi, sehingga lawan kita akan terbuka dan memberikan semua hal yang sebelumnya tidak diketahui.
c)    Kesamaan pengirim-penerima.
Perasaan senasib dan sederajat akan membuka pembicaraan lebih lugas dan tuntas, walaupun sebelumnya belum saling mengenal.bagaimana ketemunya teman kita yang sedaerah di ibukota, seorang perantau ketemu...

3. Hambatan karena  Status
  Pada umumnya orang-orang lebih senang  mengarahkan komunikasinya mereka ke individu yang statusnya lebih tinggi.
a)    Orang-orang dengan status tinggi pada umumnya lebih banyak berkomunikasi antara yang satu dengan yang lain yang berstatus lebih rendah.
b)    Orang dengan status lebih tinggi pada umumnya lebih mendominasi pembicaraan dibanding orang-orang yang berstatus lebih rendah.
Hambatan diatas yang berhubungan dengan status ada transmisi hirarkis yaitu hirarkhi dikembangkan tidak hanya untuk memudahkan pencapaian sasaran kegiatan tetapi juga karena sangat diperlukan untuk komunikasi. Proses-proses individual tertentu juga mengubah transmisi hirarkis, antara lain
a)  Penyingkatan(Condensation): para penerus berita sering cenderung mungubah isi berita dengan menyampaikan hanya pokok-pokok berita. Penyingkatan berita terjadi ketika topik yang sampaikan terlalu padat, tetapi mengakibatkan adanya salah paham bagi penerima berita bagi hirarkhi bawah.
b)  Pengharapan(Expectation): penerus info sering membelokkan komunikasi ke arah yang sesuai dengan sikap-sikap dan pengharapan mereka sendiri. Arah komunikasi ditentukan pembawa informasi, seperti seorang penulis mengkomunikasikan bukunya sesuai dengan pola pikirnya yang belum tentu sesuai dengan pembacanya.
c)    Asosiasi (Asociation): Bila peristiwa atau akibat-akibat terjadi bersamaan di masa lalu, peristiwa tsb sering dihubungkan satu dengan yang lain. Kejadian masa lalu menjadi seseorang menjadi standar perilakunya.
d)    Ukuran kelompok (Size Group): Semakin besar kelompok akan semakin kecil kemungkinan tercapainya komunikasi yang memuaskan. Ketika orang berbondong-bondong mengajukan petisi sulit diterima dengan jumlah orang banyak, sehingga membutuhkan kelompok kecil yang mewakili jauh lebih efektif bisa diterima.bisa juga bukan untuk diterima langsung tetapi hanya membentuk opini.
e)    Kendala ruangan (Place): karakter fisik ruangan akan mempengaruhi kuantitas dan kualitas komunikasi.Orang akan beteriak-teriak ketika komuikasi dalam badai. Alat musik yang didengarkan dalam ruangan kedap suara terasa berbeda dengan konser musik diruang lapang yang terbuka membutuhkan soundsystem dayanya yang besar.

4. Hambatan Teknologi
.
Ada beberapa hambatan yang diakibatkan oleh persepsi dan ketidak pahaman teknologi:
a)    Bahasa dan  pengertian.
Kata-kata yang sama belum tentu punya pengertian yang sama. Bisa menyebabkan salah pengertian. Perbedaan bahasa bisa menyebabkan persepsi bagi pengguna komunikasi tersebut lain artinya, pepaya (bahasa Indonesia) dalam bahasa sunda ’gedang’ diartikan berbeda dalam bahasa jawa diartikan dengan pisang.
b)    Isyarat non verbal.
Isyarat nonverbal terkadang bisa menghambat terhadap suatu komunikasi yang menyebabkan perbedaan persepsi. Bahasa isyarat yang tidak mempertimbangkan kesmaan universal bahasa akan mengakibatkan salah persepsi.
c)    Efektivitas saluran.
Saluran komunikasi sering terjadi dipengaruhi oleh kurang memahami seseorang terhadap teknologi, sehingga kecanggihan komunikasi tidak bisa dimanfaatkan maksimal. Media Google bisa digunakan secara positif bagi para dosen dan mahasiswa untuk menambah wawasan dan mencari makalah, tetapi bagi masyarakat umum hanya sekedar media hiburan semata. Sehingga teknologi mengakibatkan masalah sosial masyarakat seperti perilaku apatis, kurang sensitif pada kejadian, mengurangi kepedulian pada tatakrama keluarga, dll.

5. Hambatan antar Budaya (intercultural communication).
Hambatan komunikasi dalam komunikasi antar budaya mempunyai bentuk seperti sebuah gunung es yang terbenam di dalam air. Dimana hambatan komunikasi yang ada terbagi dua menjadi yang diatas air (above waterline) dan dibawah air (below waterline).
Faktor-faktor hambatan komunikasi antar budaya yang berada dibawah air (below waterline) adalah faktor-faktor yang membentuk perilaku atau sikap seseorang, hambatan semacam ini cukup sulit untuk dilihat atau diperhatikan. Jenis-jenis hambatan semacam ini adalah persepsi (perceptions), norma (norms), stereotip (stereotypes), filosofi bisnis (business philosophy), aturan (rules), jaringan (networks), nilai (values), dan grup cabang (subcultures group). Sedangkan terdapat 9 (sembilan) jenis hambatan komunikasi antar budaya yang berada diatas air (above waterline).

Menurut Chaney & Martin (2004:11–12), Hambatan komunikasi semacam ini lebih mudah untuk dilihat karena hambatan-hambatan ini banyak yang berbentuk fisik. Hambatan-hambatan tersebut adalah:

a)    Fisik (Physical) 
Hambatan komunikasi semacam ini berasal dari hambatan waktu (jarak dan perbedaan waktu antara barat dan timur), lingkungan (kondisi alam), kebutuhan diri, dan juga media fisik (tidak adanya alat komunikasi) selain kondisi fisik individu. Seperti hambatan suara, dengung, pengucapan suara, bunyi vocal, dll.

b). Budaya (Culture)
Hambatan ini berasal dari etnik yang berbeda, agama, dan juga perbedaan sosial yang ada antara budaya yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan pemaknaan terhadap penafsiran dari suku menyebabkan terjadinya hambatan komunikasi.

c). Persepsi (Perceptual)
Jenis hambatan ini muncul dikarenakan setiap orang memiliki persepsi yang berbeda-beda mengenai suatu hal. Sehingga untuk mengartikan sesuatu setiap budaya akan mempunyai pemikiran yang berbeda-beda.

d)    Motivasi (Motivational)

Hambatan semacam ini berkaitan dengan tingkat motivasi dari pendengar, maksudnya adalah apakah pendengar yang menerima pesan ingin menerima pesan tersebut atau apakah pendengar tersebut sedang malas dan tidak punya motivasi sehingga dapat menjadi hambatan komunikasi.

e)    Pengalaman (Experiential)
Experiental adalah jenis hambatan yang terjadi karena setiap individu tidak memiliki pengalaman hidup yang sama sehingga setiap individu mempunyai persepsi dan juga konsep yang berbeda-beda dalam melihat sesuatu.

f)      Emosi (Emotional)
Hal ini berkaitan dengan emosi atau perasaan pribadi dari pendengar. Apabila emosi pendengar sedang buruk maka hambatan komunikasi yang terjadi akan semakin besar dan sulit untuk dilalui.

g). Bahasa (Linguistic)
Hambatan komunikasi yang berikut ini terjadi apabila pengirim pesan (sender)dan penerima pesan (receiver) menggunakan bahasa yang berbeda atau penggunaan kata-kata yang tidak dimengerti oleh penerima pesan.

h). Nonverbal
Hambatan nonverbal adalah hambatan komunikasi yang tidak berbentuk kata-kata tetapi dapat menjadi hambatan komunikasi. Contohnya adalah wajah marah yang dibuat oleh penerima pesan (receiver) ketika pengirim pesan (sender) melakukan komunikasi. Wajah marah yang dibuat tersebut dapat menjadi penghambat komunikasi karena mungkin saja pengirim pesan akan merasa tidak maksimal atau takut untuk mengirimkan pesan kepada penerima pesan.

i). Kompetisi (Competition)  
Hambatan semacam ini muncul apabila penerima pesan sedang melakukan kegiatan lain sambil mendengarkan. Contohnya adalah menerima telepon selular sambil menyetir, karena melakukan 2 (dua) kegiatan sekaligus maka penerima pesan tidak akan mendengarkan pesan yang disampaikan melalui telepon selularnya secara maksimal.
         
Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton (1992:10-11), ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efektif yaitu adalah:

a) Status Effect
Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.

b) Semantic Problems    
Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan semantis ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian(misunderstanding) atau penafsiran(misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi(miscommunication).

c) Perceptual distorsion
Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya.

d) Cultural Differences
Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama dan lingkungan sosial. Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras, dan bahasa yang berbeda. Sehingga ada beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh : kata “gedang” dalam bahasa Sunda artinya buah pepaya, tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut artinya pisang.

e) Physical Distractions
Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.

f) Poor Choice of Communication Channels
.
 Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.

g) No Feed back
Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh : Seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan, dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer.

Sabtu, 31 Desember 2016

PEMIPIN KARISMATIK



"Erdogan salah satu pemimpin
kharismatik dunia.."
 Thesaurus bahasa Inggeris karya Peter Mark Roget kata karisma (charisma) mempunyai empat arti : daya tarik, kecemerlangan, pengaruh dan kekuasaan. Sehingga seseorang yang dipandang sebagai pemimpin karismatik maka masyarakat melihat orang yang memiliki daya tarik besar pengaruhnya, cemerlang dan besar kekuasaanya.
Menurut

Seorang pemimpin yang hanya memilikikekuasaan serta pengaruh belaka, tanpa memiliki daya tarik dan kecmerlangan tidak akan diperlakukan sebagai seorang pemimpin karismatik oleh masyarakatnya yaitu dihargai segenap pendapatnya dan dipatuhi setiap perintahnya.

Kecemerlangan Nabi Muhammad SAW sebagai seorang pemimpin Negara maupun spiritual telah diakui dalam sejarah, diakui kepemimpinannya dikalangan para ummat dan para sahabatnya, disegani oleh lawan-lawannya. Serta sanggup mengerakan seluruh pengikutnya untuk melaksanakan segenap gagasan politik serta gagasan serta prilaku beliau yang kemudian disarikan dan diceritakan kembali dalam sebuah  kodifikasi Hadits yang sampai sekarang masih ditaati sebagai sumber hukum selain kitab suci Al-Qur’an.

Menurut para ahli strategi kelebihan Rasulullah datang dari dua sudut yaitu kepribadiaannya dan gagasan-gagasan yang dtiegakkanya. Bahkan charisma beliau ditempatkan oleh Michael G.Hart sebagai manusia peringkat pertama di dunia dari 100 orang yang paling berpengaruh di dunia. Pemimpin lain yang lebih terkenal sebagai pemimpin karismatik walau kadarnya rendah seperti Jeanne d’arc (1412-1431), Napoleon Bonaparte (1769-1821), Kemal Fasha Ataturk (1881-1839), Mahatma Gandhi (1868-1949) ataupun ada juga pemimpin yang berhasil menghimpun pengaruh tetapi  tidak memiliki  karisma seperti Lyndon Baine Johnson (1908-1973), Cho Enlai (1898-1976), getuli barkas (1930-1954), dll.


Minggu, 11 Desember 2016

Manajemen Konflik


Konflik organisasi adalah perbedaan pendapat antara dua atau lebih anggota organisasi atau kelompok, karena harus membagi sumber daya yang angka, atau aktifitas kerja dan atau karena mereka mempunyai status, tujuan, penilaian atau pandangan yang berbeda. 

Perbedaan  antara konflik dengan persaingan (kompetisi) terletak pada apakah salah satu pihak dapat mencegah pihak lain dapat mencegah pihak lain dalam pencapaian tujuannya, kompetisi terjadi, apabila tujuan kedua belah pihak tidak sesuai, akan tetapi kedua belah pihak tidak dapat saling mengganggu. Sebagai contoh dua bagian pemasaran komputer yang saling bersaing dalam satu organisasi, dimana kedua bagian tersebut siapakah yang pertama-tama mencapai atau memenuhi kouta penjulan yang paling banyak. Jika dalam hal ini tidak ada kemungkinan untuk mencampuri usaha pihak lain dalam mencapai tujuannya, maka terjadilah kompetisi, akan tetapi apabila ada kemungkinan untuk mencampuri itu dan memang dilakukan, terjadinya konflik.

Sedang kerjasama (kooperasi) terjadi bila dua atau lebih pihak yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama. Ada kemungkinan konflik dan kerjasama berdampingan, lawan kerjasama ialah bukan konflik, tetapi tidak ada kerjasama. Sebagai contoh anda setuju pada suatu tujuan, tetapi anda tidak setuju dengan cara pencapaian tujuan tersebut. Manajemen konflik (pengelolaan konflik) berarti bahwa para manajer harus berusaha menemukan cara untuk mengembangkan konflikdan koperasi.

Perubahan pandangan
Sikap terhadap konflik demi organisasi  telah mengalami perubahan dari waktu kewaktu. Stephen P. Robbins telah meneliti evolusi ini dan menjelaskan tentang adanya perbedaan antara pandangan tradisional dengan pandangan interaksi. Konflik dapat fungsional ataupun berperan salah (dyfunctional). Secara sederhana bahwa konflik mempunyai potensi bagi pengembangan atau pengganggu pelaksanaan kegiatan organisasi tergantung kepada cara pengelolaanya. Segi fungsional konflik antara lain :
  • Manajer menemukan cara penggunaan dana yang lebih baik.
  • Lebih mempersatukan para anggota
  • Menemukan cara perbaikan prestasi organisasi dan
  • Penggantian manajer baru yang lebih cakap dan bersemangat.

Pandangan lama                                                               Pandangan baru

  • Konflik dapat dihindarkan.                            
  • Konflik disebabkan oleh kesalahan-kesalahan manajemen dalam perancangan dan pengelolaan organisasi atau oleh pengacau.
  • Konflik mengganggu organisasi dan menghalangi pelaksanaan optimal.
  • Tugas manajemen adalah menghilangkan konflik.
  • Pelaksanaan kegiatan organisasi yang optimal membutuhkan  penghapusan konflik.
  • Konflik tidak dapat dihindarkan.
  • Konflik timbul karena banyak sebab, termasuk struktur organisasi, perbedaan tujuan  yang  tidak dapat dihindarkan, perbedaan dalam  resepsi dan nilai-nilai pribadi dan sebagainya.
  • Konflik dapat membantu atau menghambat pelaksanaan kegiatan organisasi dalam berbagai derajat.
  • Tugas manajemen adalah mengelola tingkat konflik dan penyelesaian.
  • Pelaksanaan kegiatan organisasi yang optimal membutuhkan tingkat konflik yang moderat.

Jenis-jenis konflik
Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :
  • Konflik didalam individu :Konflik ini timbul apabila individu merasa bimbang terhadap pekerjaan mana yang harus dilakukannya, bila berbagai permintaan pekerjaan saling bertentangan atau bila individu diharapkan untuk melakukan lebih dari kemampuannya.
  • Konflik antar individu organisasi yang sama :Konflik ini timbul dimana hal ini sering diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan kepribadian. Konflik ini juga berasal dari adanya konflik antara peranan (seperti antara manajer dan bawahannya).
  • Konflik antara individu dan kelompok :Konflik ini berhubungan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksa oleh kelompok kerja mereka. Sebagai contoh, seorang individu mungkin dihukum atau di asingkan oleh kelompok  kerjanya karena melanggar norma-norma kelompok.
  • Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama :Konflik ini terjadi karena adanya pertentangan kepentingan antara kelompok.
  • Konflik antar organisasi :Yang timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem perekonomian suatu negara, konflik ini telah mengarahkan timbulnya pengembangan produk baru, teknologi, dan jasa, harga-harga lebih rendah, dan penggunaan sumber daya lebih efisien.
Metode pengelolaan konflik :

1. Metode Stimulasi Konflik 
Seperti telah disebutkan dimuka, konflik dapat menimbulkan dinamika dan pencapaian cara-cara yang lebih dalam pelaksanaan kegiatan kerja suatu kelompok. Situasi dimana konflik terlalu rendah akan menyebabkan para karyawan takut berinisiatif dan menjadi pasif. Kejadian-kejadian, perilaku dan informasi yang dapat mengarahkan orang-orang bekerja lebih baik diabaikan; para anggota kelompok saling bertoleransi terhadap kelemahan dan kejelekan pelaksanaan kerja. Manajer dari kelompok seperti ini perlu merangsang timbulnya persaingan dan konflik yang dapat mempunyai efek penggemblengan.
Metode stimulasi konflik meliputi :
a)      Pemasukan atau penempatan orang luarvke dalam kelompok.
b)      Penyusunan kembali organisasi
c)      Penawaran bonus, pembayaran intensif dan penghargaan untuk mendorong persaingan.
d)     Pemilihan manajer-manajer yang tepat.
e)      Perlakuan yang berbeda dengan kebiasaan.

2. Metode Pengurangan Konflik :
Manajer biasanya lebih terlibat dengan pengurangan konflik daripada stimulasi konflik. Metoda pengurangan konflik menekan terjadinya antogonisme yang ditimbulkan oleh konflik. Jadi, metoda ini mengelola tingkat konflik melalui “pendinginan suasana” tetapi tidak menangani masalah-masalah yang semula menimbulkan konflik. 

Dua metoda dapat digunakan untuk mengurangi konflik. Pendekatan efektif pertama adalah mengganti tujuan yang menimbulkan persaingan dengan tujuan yang lebih bisa diterima kedua kelompok. Metoda efektif kedua adalah mempersatukan kedua kelompok yang bertentangan untuk menghadapi “ancaman” aatau “musuh” yang sama.

3. Metode Penyelesaian Konflik :
Metode penyelesaian konflik yang akan dibahas berikut berkenaan dengan kegiatan-kegiatan para manajer yang dapat secara langsung mempengaruhi yang bertentangan. Metode-metode penyelesaian konflik lainya yang dapat digunakan, mencakup perubahan dalam struktur organisasi, mekanisme koordinasi, dan sebagainya, telah dibahas dalam bab-bab sebelumnya.

Ada tiga metode penyelesaian yang sering digunakan yaitu :

1. Dominasi dan penekanan :
Metode ini dapat terjadi melalui cara-cara :
  • Kekerasan (forcing) yang bersifat penekanan otokratik
  • Penenangan (smoolling) yaitu cara yang lebih diplomatis
  • Penghindaran (avoidance) dimana manajer menghindar untuk mengambil posisi yang tegas.
  • Penentuan melalui suara terbanyak (majority rule) mencoba untuk menyelesaikan konflik antar kelompok dengan melakukan pemungutan suara (voting) melalui prosedur yang adil.
2. Kompromi (compromise)
Manajer mencari jalan keluar yang dapat diterima oleh pihak-pihak yang saling berselisih untuk menyelesaikan masalah yang terjadi, keputusan dicapai melalui kompromi bukanya membiarkan pihak-pihak yang berkonflik merasa tenggelam dalam frustasi dan bermusuhan. Akan tetapi kompromi merupakan metode yang lemah untuk menyelesaikan konflik, karena biasanya tidak menghasilkan penyelesaikan yang dapat membantu untuk tercapainya tujuan organisasi. Bentuk bentuk kompromi meliputi :
  • Pemisahan (separation), dimana pihak-pihak yang sedang bertentangan dipisahkan sampai mereka menyetujui.
  • Arbitrasi (perwasitan), dimana pihak-pihak yang berkonflik tunduk kepada pihak ketiga.
  • Kembali ke peraturan yang berlaku, penyelesaian berpedoman kepaada peraturan (resort to rules) dimana kemacetan dikembalikan pada ketentuan yang tertulis yang berlaku dan membiarkan peraturan memutuskan penyelesaian konflik.
  • Penyuapan (bribing), dimana slah satu pihak menerima beberapa kompentensi sebagai imbalan untuk mengakhiri konflik.
Pemecahan masalah secara menyeluruh :
Dengan metode ini konflik antar kelompok diubah menjadi situasi dimana kelompok-kelompok yang sedang berselisih bersama-sama berusaha mencari penyelesaian bagi masalah yang timbul yang dapat diterima semua pihak. Hal ini manajer perlu mendorong bawahannya, agar bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, melakukan pertukaran gagasan secara bebas, dan menekankan usaha-usaha pebcarian penyelesaian integratif.

Ada tiga metode untuk penyelesaian konflik yaitu :
  1. Konsensus, dimana pihak-pihak mengadakan pertemuan untuk mencari pemecahan-pemecahan yang terbaik, bukan kemenangan  bagi masing-masing pihak.
  2. Metode konfrontasi, dimana pihak-pihak yang saling berhadapan menyatakan pandangannya secara langsung satu sma lain, dengan kepemimpinan yang trampil dan kesediaan semua pihak untuk mendahulukan kepentingan bersama, kerap-kali dapat ditemukan penyelesaian yang rasional.
  3.  Penggunaan tujuan-tujuan yang lebih tinggi, dapat juga terjadi metode penyelesaian konflik bila tujuan tersebut disetujui bersama.
Konflik struktural :
  1. Konflik Hirarki , Konflik yang terjadi di berbagai tingkatan organisasi. Contoh konflik manajemen puncak dengan manajemen menegah, konflik antar manajer dengan karyawan.
  2.  Konflik fungsional, Konflik yang terjadi antar departemen fungsional organisasi, contoh : konflik antar bagian produksi dengan bagian pemasaran, bagian personalia dengan bagian produksi dan sebagainya.
  3. Konflik lini-staf, Konflik yang terjadi antara lini dan staf, karena ada perbedaan-perbedaan diantara keduanya.
  4. Konflik formal informal, Konflik yang terjadi antara organisasi formal dan informal.
Konflik lini dan staf
Bentuk umum dari konflik organisasi adalah konflik antara para anggota lini dan staf. Perbedaan ini memungkinkan para anggota lini dan staf untuk melaksanakan tugas mereka masing-masing secara efektif.

Pandangan lini :
Para anggota lini berpendapat bahwa para anggota staf mempunyai empat keluarga:
  •  Staf melampaui wewenangnya.
  • Staf tidak memberikan advis yang sehat.
  • Staf menumpang keberhasilan lini.
  • Staf mempunyai prespektif yang sempit.
Pandangan staf :
  •  Lini tidak mau meminta bantuan staf pada waktu yang tepat.
  • Lini menolak gagasan baru
  • Memberi wewenang yang terlalu kecil kepada staf.
Penangulangan konflik lini dan staf :
  • Penegasan tentang tanggung jawabanya.
  • Pengintegrasian kegiatan-kegiatan.
  • Memberi wewenang yang terlalu kecil kepada staf.
Referensi

T.Hani Handoko, op cit. Hal.346,349,352,353-354
Stephent P. Robbins. Managing Organizational Conflict, Prectice Hall, Englewood Cliff,  New York, 1974.
Fred Luthans, Organization Behavior, McGraw-Hill, Inc.,1977, halaman 398-399.



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...