Jumat, 14 Juli 2017

Manajemen Kepemimpinan dalam Islam

 Dari teori dasarnya meliputi: hakikat kepemimpinan, dan urgensi kepemimpinan. Serta aplikasinya meliputi: tugas kepemimpinan, fungsi kepemimpinan, karakteristik pemimpin yang efektif, syarat-syarat pemimpin, dan aspek perbandingan antara; pemimpin, ketua, manajer.
            
Hal-hal tersebut akan saya uraikan secara singkat dan jelas, agar pembaca dapat mengerti apa yang saya tulis dalam tugas saya ini. Saya berharap kita semua bisa mengetahui teori dasar “Manajemen Kepemimpinan dalam Islam” dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan kita sebagai seorang pemimpin. Hal-hal ini sangat penting untuk digunakan, karena sewaktu-waktu akan sangat berguna untuk kita, dari waktu kita sekarang membaca tulisan ini sampai masa depan kita nanti.

Hakikat
            Hakikat kepemimpinan dalam pandangan Islam adalah amanah yang harus dijalankan dengan baik dan dipertanggungjawabkan bukan saja di dunia tapi juga di hadapan Allah nanti di akhirat. Kepemimpinan yang tidak dilakukan secara profesional dan proporsional adalah pengkhianatan terhadap Allah dan Rasul-Nya. Dalam sabda Rasulullah SAW:
“Bagi siapa yang memimpin suatu urusan kaum muslimin lalu ia mengangkat seseorang padahal ia menemukan orang yang lebih pantas untuk kepentingan umat Islam dari orang itu, maka dia telah berkhianat kepada Allah dan Rasul-Nya.” (H.R. Hakim)
“Tidak ada seorangpun pemimpin yang diminta oleh Allah memimpin rakyat yang mati sedang dia curang terhadap rakyatnya kecuali Allah mengharamkan atas dirinya mencium bau surga.” (H.R. Muslim)
Kepemimpinan seharusnya tidak dicari apalagi diperebutkan, kecuali dalam kondisi tertentu untuk kemaslahatan yang lebih luas. Rasulullah bersabda:
“Sungguh saya tidak akan memberikan kepemimpinan ini kepada orang yang mencarinya, karena sesungguhnya kepemimpinan itu adalah amanah dan akan membawa derita nanti pada hari kiamat.”
              Perebutan dan jual-beli kepemimpinan adalah bukti kurangnya kesadaran kita untuk melahirkan pemimpin yang menjaga amanah dan kemaslahatan umat. Semua orang berpotensi menjadi pemimpin, tapi tidak semua orang bisa menjadi pemimpin, karena tanggungjawab yang berat dan komplek. Pemimpin masih butuh koreksi dan dukungan dari umat.

Urgensi Kepemimpinan
            Dalam kehidupan keagamaan kepemimpinan adalah suatu yang sangat urgen dalam mencapai cita-cita bersama. Dalam menata kehidupan yang dinamis dan interaktif sudah pasti dituntut adanya seorang pemimpin yang bertugas melaksanakan, memandu dan membawa pekerjaan itu ke arah tercapainya sasaran.
            Begitu urgennya kepemimpinan, sehingga Rasulullah SAW memerintahkan kepada kita untuk mengangkat seorang pemimpin walaupun dalam komunitas yang paling kecil sekalipun dan sasarannya sangat sederhana. Rasulullah SAW bersabda:
“Apabila ada tiga orang diantara kamu keluar dalam suatu perjalanan, maka hendaklah mereka mengangkat salah seorang di antara mereka seorang pemimpin.” (H.R. Abu Daud)
            Bukti lain urgensi kepemimpinan dalam Islam yaitu para sahabat Rasulullah SAW lebih memprioritaskan mengurus masalah suksesi kepemimpinan Rasulullah SAW, dibanding mengurus pemakaman Rasulullah SAW. Artinya dalam berjama’ah tidak boleh ada kevakuman kepemimpinan.

Tugas Kepemimpinan
            Istilah yang dipakai untuk menyebut seorang pemimpin dalam Islam dan mencerminkan tugasnya, yaitu sebagai berikut:
· Khalifah: secara etimologis berarti pengganti atau pelanjut tugas-tugas Rasulullah SAW. Tugas kepemimpinan dalam Islam adalah melanjutkan tugas-tugas risalah yang diemban Rasulullah SAW.
·     Imam: secara etimologis artinya yang diikuti dan ditaati.
·   Amier: secara bahasa amier artinya adalah yang diperintah atau disuruh. Bahwa seorang pemimpin itu adalah orang yang siap diperintah atau disuruh oleh umat, demi kepentingan mereka. Pemimpin dalam Islam adalah melayani umat bukan dilayani umat.
· Ra’in: secara bahasa adalah pengembala, tugas seorang pemimpin adalah menjaga, merawat, dan memberi perhatian penuh kepada umat.
·   Qaa’id: secara bahasa adalah penuntun atau pembimbing. Bahwa seorang pemimpin itu punya tugas sebagai penuntut umat dan pembimbing mereka ke jalan yang benar yang diridhai Allah.

Fungsi Kepemimpinan
            Kepemimpinan dalam Islam memiliki fungsi strategis dan fungsi operasional.
Fungsi strategis pemimpin itu sebagai:
1.  Fasilitator yang membantu tercapainya sasaran dan tujuan jama’ah.
2.  Dinamisator yang menggerakkan dan memotori jama’ah menuju sasaran yang ingin dicapai.
3.  Kekuatan moral yang mampu menjaga kohesi jama’ah dan menyelesaikan konflik serta perselisihan yang mungkin terjadi di dalam jama’ah.

Fungsi operasional pemimpin itu sebagai:
1.      Organisator yang mengorganisir dan mengatur relasi dan keterikatan antar individu atau kelompok yang ada dalam jama’ah.
2.      Mampu mengatur berbagai potensi yang ada dalam jama’ah untuk kemudian dimanfaatkan untuk mencapai tujuan jama’ah.
3.      Administrator yang menjaga, menata dan mengevaluasi hasil-hasil yang sudah dicapai oleh jama’ah untuk mencapai tujuan yang lebih jauh lagi.

Karakteristik Pemimpin yang Efektif
Sebagai pemimpin akan efektif dalam menjalankan tugasnya, apabila memenuhi karakteristik berikut ini:
  • · Memiliki sasaran yang jelas dan yakin bahwa dirinya mampu melaksanakan. Dengan memperlihatkan kepada mereka usaha dan motivasi yang kuat secara berlanjut mereka akan tambah semangat, yang akhirnya produktivitas kerja jama’ah semakin meningkat.
  • ·         Tenang dan mampu menahan diri, apapun yang dihadapi seorang pemimpin.
  • ·   Bertanggungjawab, artinya seorang pemimpin harus merasa apa yang diembannya itu adalah amanah dari Allah dan dari umat, sehingga mendorongnya untuk melaksanakan kepemimpinannya dengan baik.
  • ·       Mengenali staf dan anggotanya, hal ini akan memberi pengaruh yang sangat besar pada penciptaan keselarasan dalam bekerjasama dan akan memberikan motivasi kepada anggotanya untuk bekerja lebih baik dan berinovasi.
  • ·   Cekatan dan inovatif, artinya seorang pemimpin yang efektif harus cepat dan tegas dalam mengambil tindakan.
  • ·         Memberikan keteladanan dan contoh.

Syarat-syarat Pemimpin
Untuk menjadi seorang pemimpin diperlukan syarat-syarat tertentu supaya dapat merealisasikan tugas dan fungsinya. Syarat-syarat itu adalah:
1.      Memiliki integritas moral yang tinggi (amanah, shiddiq, adil, dan sabar);
2.      Memiliki kecerdasan intelektual (fathanah, basthatan fil ilmi);
3.      Komunikatif dan interaktif dengan sesama. (tabligh);
4.      Memiliki kecerdasan emosional dan kepekaan sosial (azizun aaihi maa ‘anittum, harisun alaikum, ro’uf rohiem);
5.      Berpenampilan sempurna secara fisik (basthatan fil jismi);
6.      Memiliki keberanian dan tanggungjawab (syaja’ah dan sahamah);
7.      Ditempa dan dilatih dengan pengalaman hidup yang panjang. (tarbiyah dan tajribah ‘Aridhah)

Pemimpin, Ketua, dan Manajer
Aspek Perbandingan
Pemimpin
Ketua
Manajer
Pemilihan
Dipilih oleh jama’ah berdasarkan pengakuan spontan dari anggota-anggotanya.
Terpilih karena suatu sistem dan bukan hasil pengakuan spontan.
Diperoleh melalui pengangkatan.
Sasaran
Bekerja untuk mewujudkan sasaran yang dimandatkan jama’ah.
Bekerja untuk mewujudkan target yang dipilih secara pribadi dalam batas-batas kepentingannya.
Targetnya meraih keuntungan materi atau kedudukan.
Anggota
Para anggota memilih pemimpin dan menjadi pengikutnya.
Kita tidak dapat mengatakan para bawahan sebagai pengikut karena mereka tidak menerima otoritas atasan berdasarkan kemauan mereka.
Kita tidak menyebut anggota-anggotanya sebagai pengikut atau bawahan.
Otoritas (kekuasaan)
Otoritas pemimpin merupakan pilihan spontan dari pihak anggota jama’ah.
Otoritas pimpinan datang dari otoritas luar jama’ah.
Terkadang dipilih dari anggota yang paling tua atau senior.
Hubungan
Seorang pemimpin bekerja dengan cara melebur dan berbaur dengan para pengikutnya.
Terdapat jurang dan jarak sosial yang memang disengaja antara kepala dan bawahan.
Hubungan diatur oleh program-program dan terikat dengan pekerjaa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan masukan komentar Anda

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...