Minggu, 12 Maret 2017

HAMBATAN MANUSIA DALAM KOMUNIKASI



 BY ; AHMAD ELQORNI

Efektifitas berkomunikasi baik personal, interpersonal dan intrapersonal selalu dihadapkan adanya perbedaan yang menyebabkan kesalahanpahaman sehingga celah-celah komunikasi akan tertutup dan berujung pada konflik individu  dan kelompok yang merugikan organisasi. Hambatan komunikasi akan mengganggu efektiftas komunikasi baik secara langsung maupun tidak langsung,  baik itu hambatan manusiawi, psikologi, teknis dan hambatan antar budaya.

1. Hambatan Dari Personal.
Persepsi selektif seseorang akan menolak atau salah mengartikan informasi yang tidak sesuai dengan anggapan-anggapan atau harapan-harapan yang secara emosional dibentuk sebelumnya. Selain perbedaan individu dalam keterampilan komunikasi sangat berpengaruh terhadap diterimanya pesan oleh orang lain.

2.    Hambatan Antar Personal
Hambatan kita dalam berkomunikasi selain personal yang menyangkut mental dan konsisi fisik ternyata sangat dipengaruhi adanya pola hubungan antar pribadi antara lain : adanya kepercayaan, kredibilitas yang diajak komunikasi, dan kesamaan persepsi.
a)    Kepercayaan.
Karakter pokok komunikasi adalah saling mempercayai. Kecurigaan seseorang menyebabkan tersekatnya sebuah hubungan yang menyebabkan individu menutup diri dan berbicara hati-hati dan alakadarnya sampai adanya penutupan komunikasi sepihak.
b)    Kredibilitas.
Seseorang akan membuka celah komunikasi apabila terlihat dalam persepsi awal terlihat adanya kejujuran, selain respect akan terbuka ketika kita melihat lawan komunikasi dilihat kredibilitas keahlian, kemampuan, dinamisme, antuasiame dalam menjalin komunikasi, sehingga lawan kita akan terbuka dan memberikan semua hal yang sebelumnya tidak diketahui.
c)    Kesamaan pengirim-penerima.
Perasaan senasib dan sederajat akan membuka pembicaraan lebih lugas dan tuntas, walaupun sebelumnya belum saling mengenal.bagaimana ketemunya teman kita yang sedaerah di ibukota, seorang perantau ketemu...

3. Hambatan karena  Status
  Pada umumnya orang-orang lebih senang  mengarahkan komunikasinya mereka ke individu yang statusnya lebih tinggi.
a)    Orang-orang dengan status tinggi pada umumnya lebih banyak berkomunikasi antara yang satu dengan yang lain yang berstatus lebih rendah.
b)    Orang dengan status lebih tinggi pada umumnya lebih mendominasi pembicaraan dibanding orang-orang yang berstatus lebih rendah.
Hambatan diatas yang berhubungan dengan status ada transmisi hirarkis yaitu hirarkhi dikembangkan tidak hanya untuk memudahkan pencapaian sasaran kegiatan tetapi juga karena sangat diperlukan untuk komunikasi. Proses-proses individual tertentu juga mengubah transmisi hirarkis, antara lain
a)  Penyingkatan(Condensation): para penerus berita sering cenderung mungubah isi berita dengan menyampaikan hanya pokok-pokok berita. Penyingkatan berita terjadi ketika topik yang sampaikan terlalu padat, tetapi mengakibatkan adanya salah paham bagi penerima berita bagi hirarkhi bawah.
b)  Pengharapan(Expectation): penerus info sering membelokkan komunikasi ke arah yang sesuai dengan sikap-sikap dan pengharapan mereka sendiri. Arah komunikasi ditentukan pembawa informasi, seperti seorang penulis mengkomunikasikan bukunya sesuai dengan pola pikirnya yang belum tentu sesuai dengan pembacanya.
c)    Asosiasi (Asociation): Bila peristiwa atau akibat-akibat terjadi bersamaan di masa lalu, peristiwa tsb sering dihubungkan satu dengan yang lain. Kejadian masa lalu menjadi seseorang menjadi standar perilakunya.
d)    Ukuran kelompok (Size Group): Semakin besar kelompok akan semakin kecil kemungkinan tercapainya komunikasi yang memuaskan. Ketika orang berbondong-bondong mengajukan petisi sulit diterima dengan jumlah orang banyak, sehingga membutuhkan kelompok kecil yang mewakili jauh lebih efektif bisa diterima.bisa juga bukan untuk diterima langsung tetapi hanya membentuk opini.
e)    Kendala ruangan (Place): karakter fisik ruangan akan mempengaruhi kuantitas dan kualitas komunikasi.Orang akan beteriak-teriak ketika komuikasi dalam badai. Alat musik yang didengarkan dalam ruangan kedap suara terasa berbeda dengan konser musik diruang lapang yang terbuka membutuhkan soundsystem dayanya yang besar.

4. Hambatan Teknologi
.
Ada beberapa hambatan yang diakibatkan oleh persepsi dan ketidak pahaman teknologi:
a)    Bahasa dan  pengertian.
Kata-kata yang sama belum tentu punya pengertian yang sama. Bisa menyebabkan salah pengertian. Perbedaan bahasa bisa menyebabkan persepsi bagi pengguna komunikasi tersebut lain artinya, pepaya (bahasa Indonesia) dalam bahasa sunda ’gedang’ diartikan berbeda dalam bahasa jawa diartikan dengan pisang.
b)    Isyarat non verbal.
Isyarat nonverbal terkadang bisa menghambat terhadap suatu komunikasi yang menyebabkan perbedaan persepsi. Bahasa isyarat yang tidak mempertimbangkan kesmaan universal bahasa akan mengakibatkan salah persepsi.
c)    Efektivitas saluran.
Saluran komunikasi sering terjadi dipengaruhi oleh kurang memahami seseorang terhadap teknologi, sehingga kecanggihan komunikasi tidak bisa dimanfaatkan maksimal. Media Google bisa digunakan secara positif bagi para dosen dan mahasiswa untuk menambah wawasan dan mencari makalah, tetapi bagi masyarakat umum hanya sekedar media hiburan semata. Sehingga teknologi mengakibatkan masalah sosial masyarakat seperti perilaku apatis, kurang sensitif pada kejadian, mengurangi kepedulian pada tatakrama keluarga, dll.

5. Hambatan antar Budaya (intercultural communication).
Hambatan komunikasi dalam komunikasi antar budaya mempunyai bentuk seperti sebuah gunung es yang terbenam di dalam air. Dimana hambatan komunikasi yang ada terbagi dua menjadi yang diatas air (above waterline) dan dibawah air (below waterline).
Faktor-faktor hambatan komunikasi antar budaya yang berada dibawah air (below waterline) adalah faktor-faktor yang membentuk perilaku atau sikap seseorang, hambatan semacam ini cukup sulit untuk dilihat atau diperhatikan. Jenis-jenis hambatan semacam ini adalah persepsi (perceptions), norma (norms), stereotip (stereotypes), filosofi bisnis (business philosophy), aturan (rules), jaringan (networks), nilai (values), dan grup cabang (subcultures group). Sedangkan terdapat 9 (sembilan) jenis hambatan komunikasi antar budaya yang berada diatas air (above waterline).

Menurut Chaney & Martin (2004:11–12), Hambatan komunikasi semacam ini lebih mudah untuk dilihat karena hambatan-hambatan ini banyak yang berbentuk fisik. Hambatan-hambatan tersebut adalah:

a)    Fisik (Physical) 
Hambatan komunikasi semacam ini berasal dari hambatan waktu (jarak dan perbedaan waktu antara barat dan timur), lingkungan (kondisi alam), kebutuhan diri, dan juga media fisik (tidak adanya alat komunikasi) selain kondisi fisik individu. Seperti hambatan suara, dengung, pengucapan suara, bunyi vocal, dll.

b). Budaya (Culture)
Hambatan ini berasal dari etnik yang berbeda, agama, dan juga perbedaan sosial yang ada antara budaya yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan pemaknaan terhadap penafsiran dari suku menyebabkan terjadinya hambatan komunikasi.

c). Persepsi (Perceptual)
Jenis hambatan ini muncul dikarenakan setiap orang memiliki persepsi yang berbeda-beda mengenai suatu hal. Sehingga untuk mengartikan sesuatu setiap budaya akan mempunyai pemikiran yang berbeda-beda.

d)    Motivasi (Motivational)

Hambatan semacam ini berkaitan dengan tingkat motivasi dari pendengar, maksudnya adalah apakah pendengar yang menerima pesan ingin menerima pesan tersebut atau apakah pendengar tersebut sedang malas dan tidak punya motivasi sehingga dapat menjadi hambatan komunikasi.

e)    Pengalaman (Experiential)
Experiental adalah jenis hambatan yang terjadi karena setiap individu tidak memiliki pengalaman hidup yang sama sehingga setiap individu mempunyai persepsi dan juga konsep yang berbeda-beda dalam melihat sesuatu.

f)      Emosi (Emotional)
Hal ini berkaitan dengan emosi atau perasaan pribadi dari pendengar. Apabila emosi pendengar sedang buruk maka hambatan komunikasi yang terjadi akan semakin besar dan sulit untuk dilalui.

g). Bahasa (Linguistic)
Hambatan komunikasi yang berikut ini terjadi apabila pengirim pesan (sender)dan penerima pesan (receiver) menggunakan bahasa yang berbeda atau penggunaan kata-kata yang tidak dimengerti oleh penerima pesan.

h). Nonverbal
Hambatan nonverbal adalah hambatan komunikasi yang tidak berbentuk kata-kata tetapi dapat menjadi hambatan komunikasi. Contohnya adalah wajah marah yang dibuat oleh penerima pesan (receiver) ketika pengirim pesan (sender) melakukan komunikasi. Wajah marah yang dibuat tersebut dapat menjadi penghambat komunikasi karena mungkin saja pengirim pesan akan merasa tidak maksimal atau takut untuk mengirimkan pesan kepada penerima pesan.

i). Kompetisi (Competition)  
Hambatan semacam ini muncul apabila penerima pesan sedang melakukan kegiatan lain sambil mendengarkan. Contohnya adalah menerima telepon selular sambil menyetir, karena melakukan 2 (dua) kegiatan sekaligus maka penerima pesan tidak akan mendengarkan pesan yang disampaikan melalui telepon selularnya secara maksimal.
         
Menurut Ron Ludlow & Fergus Panton (1992:10-11), ada hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi tidak efektif yaitu adalah:

a) Status Effect
Adanya perbedaaan pengaruh status sosial yang dimiliki setiap manusia.Misalnya karyawan dengan status sosial yang lebih rendah harus tunduk dan patuh apapun perintah yang diberikan atasan. Maka karyawan tersebut tidak dapat atau takut mengemukakan aspirasinya atau pendapatnya.

b) Semantic Problems    
Faktor semantik menyangkut bahasa yang dipergunakan komunikator sebagai alat untuk menyalurkan pikiran dan perasaanya kepada komunikan. Demi kelancaran komunikasi seorang komunikator harus benar-benar memperhatikan gangguan semantis ini, sebab kesalahan pengucapan atau kesalahan dalam penulisan dapat menimbulkan salah pengertian(misunderstanding) atau penafsiran(misinterpretation) yang pada gilirannya bisa menimbulkan salah komunikasi(miscommunication).

c) Perceptual distorsion
Perceptual distorsion dapat disebabkan karena perbedaan cara pandangan yang sempit pada diri sendiri dan perbedaaan cara berpikir serta cara mengerti yang sempit terhadap orang lain. Sehingga dalam komunikasi terjadi perbedaan persepsi dan wawasan atau cara pandang antara satu dengan yang lainnya.

d) Cultural Differences
Hambatan yang terjadi karena disebabkan adanya perbedaan kebudayaan, agama dan lingkungan sosial. Dalam suatu organisasi terdapat beberapa suku, ras, dan bahasa yang berbeda. Sehingga ada beberapa kata-kata yang memiliki arti berbeda di tiap suku. Seperti contoh : kata “gedang” dalam bahasa Sunda artinya buah pepaya, tetapi orang suku jawa mengartikan kata tersebut artinya pisang.

e) Physical Distractions
Hambatan ini disebabkan oleh gangguan lingkungan fisik terhadap proses berlangsungnya komunikasi. Contohnya : suara riuh orang-orang atau kebisingan, suara hujan atau petir, dan cahaya yang kurang jelas.

f) Poor Choice of Communication Channels
.
 Adalah gangguan yang disebabkan pada media yang dipergunakan dalam melancarkan komunikasi. Contoh dalam kehidupan sehari-hari misalnya sambungan telephone yang terputus-putus, suara radio yang hilang dan muncul, gambar yang kabur pada pesawat televisi, huruf ketikan yang buram pada surat sehingga informasi tidak dapat ditangkap dan dimengerti dengan jelas.

g) No Feed back
Hambatan tersebut adalah seorang sender mengirimkan pesan kepada receiver tetapi tidak adanya respon dan tanggapan dari receiver maka yang terjadi adalah komunikasi satu arah yang sia-sia. Seperti contoh : Seorang manajer menerangkan suatu gagasan yang ditujukan kepada para karyawan, dalam penerapan gagasan tersebut para karyawan tidak memberikan tanggapan atau respon dengan kata lain tidak peduli dengan gagasan seorang manajer.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan masukan komentar Anda

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...