Sabtu, 05 Desember 2009

Menjadi pemimpin kharismatik

Anda mungkin pernah menemukan pemimpin yang begitu memukau anda. Kalau mereka bicara, kita terpesona oleh kata-kata mereka dan tertarik oleh argumentasi mereka yang kita tidak mampu membantahnya.

Mereka agaknya memiliki energi yang sulit dijelaskan dan mampu memberikan inspirasi dan motivasi pada diri kita. Mereka mampu menyentuh getar emosi kita melebihi pikiran rasional kita.

Banyak hal terjadi kalau mereka ada di sekitar kita. Tiba-tiba ada perubahan. Tiba-tiba kita mau melaksanakan yang mereka anjurkan tanpa terlalu banyak protes. Tiba-tiba kita merasa bangga hanya dekat dengan pemimpin itu. Kita mungkin juga bekerja demikian keras agar kita bisa melampaui harapan pemimpin itu.

Di atas segalanya, kita digerakkan oleh mereka, dan sering, kita jadi pengikut mereka. Apa inti kekuatan mereka? Karisma. Ya inilah penyebabnya. Tapi ketika kita berusaha mengungkap karisma itu, dan berusaha menirunya, kita mengalami kesulitan.

Pelatihan ini akan membongkar secara tuntas apa saja yang membuat pemimpin menjadi pemimpin karismatik. Dengan berbagai riset yang intensif, ‘rahasia’ pemimpin karismatik telah terungkap tuntas. Ternyata siapa pun bisa menjadi orang karismatik, asal tahu caranya…Dengan mengikuti pelatihan ini, anda akan menemukan taktik, dan strategi yang bisa anda terapkan sehingga anda bisa menjadi seorang yang karismatik atau menjadi pemimpin karismatik.

Mengapa harus karismatik? Karena dengan menjadi karismatik, anda akan menjadi pusat perhatian orang. Kata-kata anda dituruti orang. Jika anda penjual, penjualan akan mudah. Jika anda dosen, kata-kata anda akan didengar mahasiswa. Jika anda pemimpin, bawahan anda akan patuh dengan sepenuh hati kepada anda…

Artikel kali ini membahas tentang kepemimpinan yang menurut saya membutuhkan interaksi antara pimpinan dan bawahan. Dengan kharismatik bawahan akan merasa nyaman anda pimpin dan menuruti arahan anda. Dalam teori kepemimpinan ada 3 jenis kepemimpinan, yaitu :

1. Modern Choice Approach to Participation (Vroom & Yetton)
Model ini mengarah kepada pemberian suatu rekomendasi tentang gaya kepemimpinan yang sebaiknya digunakan dalam situasi tertentu.Menurut teori ini, gaya kepemimpinan yang tepatditentukan oleh corak persoalan yang dihadapioleh macam keputusanyang harus diambil. Ada tiga perangkat parameter yang penting dalam gaya kepemimpinan teori ini, yaitu klasifikasi gaya kepemimpinan, kriteria efektifitas keputusan, kriteria penemukenalan jenis situasi pemecahan persoalan.

2. Contingensi of Leadership (Fiedler)
Model ini menyatakan bahwa gaya kepemimpinan yang paling efektif tergantung pada situasi yang dihadapi dan perubahan gaya bukan merupakan suatu hal yang sulit. Konsepsi kepemimpinan situasional ini melengkapi pemimpin dengan pemahaman dari hubungan antara gaya kepemimpinan yang efektif dengan tingkat kematangan bawahannya. Perilaku bawahan ini amat penting untuk mengetahui kepemimpnan situasional, karena bukan saja bawahan sebagai individu bisa menerima atau menolak pemimpinnya, akan tetapi sebagai kelompok, bawahan dapat menentukan kekuatan pribadi apapun yang dimiliki pemimpin.Model ini menyatakan bahwa keefektifan suatu kelompok bergantung pada hubungan dan interaksi pemimpin dengan bawahannya, dan sejauh mana pemimpin mengendalikan dan mempengaruhi situasi.

3. Path-Goal Theory
Dasar dari teori ini adalah bahwa merupakan tugas pemimpin untuk membantu anggotanya dalam mencapai tujuan mereka dan untuk memberi arah dan dukungan atau keduanya yang dibutuhkan untuk menjamin tujuan mereka sesuai dengan tujuan kelompok atau organisasi secara keseluruhan. Model ini menganjurkan bahwa kepemimpinan terdiri dari dua fungsi dasar, yaitu memberi kejelasan alur dan meningkatkan jumlah hasil (reward) bawahannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan masukan komentar Anda

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...